Jakarta -
Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo mengungkap adanya dugaan pemalsuan tanda tangan miliknya di arsip internal kementerian. Dia mengaku terpukul lantaran praktik tersebut terjadi di kementerian nan mengelola anggaran hingga Rp 106 triliun.
Dody menjelaskan, arsip nan beredar sebenarnya asli, namun tanda tangannya dipalsukan. Bahkan nomor arsip dalam surat tersebut berbeda dengan arsip original nan dimilikinya.
"Ya itu memang kebenaran nan menyedihkan ya sampai berani terjadi memalsukan di kementerian nan kudu mengelola biaya ratusan triliun-triliun setiap tahunnya.Itu sebetulnya saya itu terpukul, tertampar, terludahi, dan sedih sekali," sebut Dody dalam media briefing di Kantor Kementerian PU, Jakarta Pusat, Jumat (22/5/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurutnya, kasus ini menjadi tamparan besar bagi dirinya sebagai Menteri PU. Ia cemas praktik serupa juga bisa terjadi pada arsip pejabat lain seperti Direktur Jenderal (Dirjen) alias Sekretaris Jenderal (Sekjen) di Kementerian PU.
"Kalau kemudian tanda tangan Menteri PU aja berani dipalsukan, ya gimana dengan tanda tangan nan lain, kan? Dirjen, Sekjen, dan lain-lainnya," ujar Dody.
Kasus dugaan pemalsuan tanda tangan tersebut sekarang sudah diproses oleh biro norma Kementerian PU. Dody mengatakan laporan resmi juga telah disampaikan untuk ditindaklanjuti.
Pada kesempatan itu, Dody menyinggung pernyataan Presiden Prabowo Subianto soal arsip nan disodorkan mendadak di sore hari untuk ditandatangani. Dody mengaku pernah menerima draft audit pada sore hari nan menurutnya bisa rawan jika langsung ditandatangani tanpa diperiksa.
Menurut Dody, isi arsip audit tersebut banyak menyeret namanya meski dirinya belum pernah dimintai keterangan auditor. Dody tidak merinci arsip apa nan dimaksudnya, namun mengaku selamat lantaran membaca isinya secara lengkap.
"Jam 5 sore, jam 6 sore saya disodorkan draft laporan. Apa? Audit? Audit dengan tujuan tertentu. Kalau saya iya kan, saya tersangka. Padahal saya belum pernah diperiksa. Kalau saya iya kan pada saat itu, saya tersangka. Bayangin, saya ini tidak pernah diperiksa oleh auditor, blas nggak pernah diperiksa.Satu tetes pun nggak pernah ditanyain. Dokumen setebal itu isinya saya semua," tutup Dody.
(ily/hal)
2 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·