Menteri PU Dody Siap Sanksi 2 ASN, Diduga Langgar Etik dan Terima Suap

Sedang Trending 4 minggu yang lalu

Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri Pekerjaan Umum (PU), Dody Hanggodo, menyampaikan bahwa Kementerian PU memanggil pulang dua aparatur sipil negara (ASN) di nan menempuh pendidikan di luar negeri lantaran masing-masing diduga menerima dan mencemooh program pemerintah.

Dody menjelaskan, satu ASN nan berdomisili di Jepang diduga menerima suap, dengan seorang lain nan tinggal di Inggris, diduga flexing dan bermasalah mengenai etik.

"Kita panggil pulang itu nan di Jepang. nan di London masalah etik, sering flexing terus sampai menghina salah satu program prioritas pemerintah namanya MBG," kata Dody kepada wartawan di Desa Candiyasan, Kecamatan Kertek, Kabupaten Wonosobo, Jumat (15/5).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dody menyebut, dugaan pelanggaran kedua ASN itu dapat melukai hati masyarakat. Terlebih, keduanya menerima danasiwa nan dibiayai oleh negara.

"Dan mereka nan berdua ini kan danasiwa dibiayai juga oleh negara gitu. ASN itu kan dikasih makan oleh masyarakat ya. Masyarakat ini kan beragam macam kategori gitu. Ada nan punya, ada nan nggak punya. Kalau begitu tuh pasti bakal melukai hati masyarakat-masyarakat nan mungkin menengah ke bawah," katanya.

Saat ini, ASN nan di Jepang telah dipanggil dan diperiksa oleh abdi negara penegak norma (APH). Sementara, ASN di London tetap bakal pulang ke Indonesia.

"Yang satu dipanggil lantaran masalah suap. Kemudian dipanggil oleh APH. Kita menjembatani doang. Saya enggak tahu seperti apa (hasilnya)," tuturnya.

"Itu (ASN nan di London) dulu kita panggil pulang. Mungkin kelak kayaknya Minggu datang, kelak Senin selesai kita proses," tambah Dody.

Pada prosesnya, Kementerian PU kemudian bakal menunggu pemeriksaan dari Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM). Dody menegaskan, dirinya bakal memberikan hukuman kepada keduanya.

"Biar diperiksa dulu sama teman-teman dari BPSDM. Nanti kemudian kita bakal ada sanksinya," pungkas Dody.

(rea/rir)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Selengkapnya
Sumber CNN Indonesia Nasional
CNN Indonesia Nasional