Meta Reorganisasi Besar: 7.000 Karyawan Geser ke AI, 8.000 Di-PHK

Sedang Trending 2 bulan yang lalu
 7.000 Karyawan Geser ke AI, 8.000 Di-PHK Ilustrasi.(Magnific)

INDUK perusahaan FB dan Instagram, Meta, dilaporkan tengah melakukan perombakan struktur organisasi besar-besaran. Langkah strategis ini melibatkan pemindahan sekitar 7.000 tenaga kerja ke peran nan berfokus pada kecerdasan buatan (AI) serta pengumuman pemutusan hubungan kerja (PHK) nan berakibat pada 10% dari total tenaga kerja perusahaan.

Berdasarkan info dari sumber internal, reorganisasi ini bakal mengonsolidasikan tim ke dalam empat organisasi baru. Langkah ini merupakan bagian dari upaya Meta untuk memprioritaskan pengembangan AI di tengah persaingan teknologi dunia nan semakin ketat.

Efisiensi dan Pemangkasan Biaya

Perubahan ini sebelumnya dirinci dalam memo internal pada April 2026. Selain memindahkan ribuan staf ke bagian AI, Meta juga bakal memberhentikan sekitar 8.000 tenaga kerja dan membiarkan sekitar 6.000 posisi kosong tidak terisi.

Head of People Meta, Janelle Gale, menyatakan dalam memo tersebut bahwa keputusan ini diambil sebagai bagian dari upaya berkepanjangan untuk menjalankan perusahaan secara lebih efisien. "Ini bukan pertukaran nan mudah dan berfaedah melepaskan orang-orang nan telah memberikan kontribusi berfaedah bagi Meta," tulisnya.

Karyawan nan terdampak diperkirakan bakal menerima pemberitahuan resmi melalui email pada Rabu (2/5) pagi waktu setempat. PHK ini menyusul pemangkasan ratusan staf pada Maret lampau nan memengaruhi bagian Reality Labs, tim sosial Facebook, penjualan, hingga operasional global.

Investasi Masif di Sektor AI

Chief Financial Officer Meta, Susan Li, dalam panggilan pendapatan kuartal pertama 2026, menegaskan bahwa perusahaan sangat konsentrasi memanfaatkan perangkat AI untuk meningkatkan produktivitas. Meta apalagi meningkatkan proyeksi shopping modal tahun 2026 menjadi US$125 miliar hingga US$145 miliar.

Peningkatan anggaran ini dialokasikan untuk:

  • Pengadaan komponen teknologi dengan nilai nan lebih tinggi.
  • Pembangunan dan pemeliharaan pusat info (data center).
  • Peningkatan kapabilitas prasarana pendukung AI di masa depan.

Respons Pasar dan Tantangan Investor

Meskipun garang dalam pengembangan AI, para penanammodal tampaknya tetap bersikap hati-hati. Saham Meta tercatat turun nyaris 9% sepanjang tahun ini, menempatkan perusahaan di posisi kelima dalam golongan Magnificent 7 di bawah Tesla dan Microsoft.

Catatan Analis:

Analis dari JPMorgan Chase menurunkan ranking saham Meta, menyebut bahwa perusahaan menghadapi jalur pengembalian modal (return) nan lebih menantang dibandingkan pesaingnya dalam perlombaan AI. Sementara itu, Bank of America memperingatkan bahwa siklus investasi AI ini terbukti lebih besar dari perkiraan dengan hasil nan belum sejelas penyedia jasa Cloud.

Hingga akhir Maret 2026, Meta tercatat mempekerjakan 77.986 pekerja. Angka ini menunjukkan penurunan signifikan dibandingkan masa puncaknya pada tahun 2022 nan mencapai 86.482 karyawan. Transformasi ini menandai babak baru bagi Meta dalam upayanya mendominasi lanskap teknologi masa depan melalui integrasi AI nan lebih mendalam. (NBC/I-2)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia