Misteri Crash File Explorer, Ternyata Bukan Salah Windows

Sedang Trending 1 bulan yang lalu

Sebuah kasus menarik kembali diungkap oleh Raymond CHen, seorang engineer veteran Microsoft nan sudah puluhan tahun terlibat dalam pengembangan Windows.

Nah kali ini dia membagikan cerita tentang bug nan sempat diduga berasal dari Windows, namun rupanya penyebabnya jauh dari dugaan pengguna.

File Explorer Sering Crash

Nah kasus ini bermulai ketika seorang rekan Chen menemukan peningkatan signifikan pada crash di File Explorer dan mengingat sistem Windows digunakan di miliaran perangkat dengan beragam konfigurasi, dugaan awal tentu mengarah pada bug di sistem operasi itu sendiri.

Namun, setelah dilakukan kajian terhadap crash dump, ditemukan perihal nan cukup janggal lantaran rupanya nan mengalami crash bukan File Explorer utama, melainkan jenis 32-bit nan melangkah di sistem Windows 64-bit.

Baca Juga : Gak Kedengeran? Opera Sekarang Bisa Teriakin Video Sampai 500%

Bagi nan belum tahu, Microsoft memang tetap menyertakan jenis 32-bit File Explorer di Windows 64-bit untuk kebutuhan kompatibilitas, khususnya untuk aplikasi lama (legacy).

Nah jenis ini biasanya tidak melangkah melalui hubungan normal pengguna, melainkan dipanggil oleh aplikasi tertentu nan lokasinya bisa ditemukan di direktori C:\Windows\SysWOW64.

Sumber Dari Aplikasi Pihak Ketiga

Oleh lantaran itu, temuan ini menjadi petunjuk krusial bahwa crash kemungkinan besar bukan disebabkan oleh penggunaan normal pengguna. Dan betul saja, setelah ditelusuri lebih dalam, penyebab sebenarnya rupanya berasal dari sebuah uninstaller milik aplikasi pihak ketiga.

Jadi, Uninstaller tersebut menjalankan loop nan terus mencoba melakukan operasi file, namun selalu gagal, nah bisa dibilang bahwa perihal ini sebenarnya cukup umum lantaran proses uninstall memang sering mencoba membersihkan file sisa aplikasi.

Namun masalahnya, developer aplikasi tersebut menggunakan metode pemanggilan kegunaan (calling convention) nan salah saat menangani parameter di stack nan tentu mengakibatkan parameter terus di pop tanpa stack secara tidak benar, dan proses retry nan berulang membikin stack pointer bergeser terlalu jauh.

Akhirnya, terjadi memory corruption nan bisa menyebabkan File Explorer crash.

Nah oleh lantaran itu, kasus seperti ini bisa menjadi pelajaran krusial bagi pengguna Windows 11, lantaran tidak semua crash di Windows berasal dari bug sistem itu sendiri, melainkan bisa jadi aplikasi pihak ketiga nan menjadi pemicu utama.

Dan meski dalam kasus ini tidak disebutkan aplikasi mana nan menjadi penyebab, info dari Raymond Chen ini memperlihatkan kompleksitas ekosistem Windows nan kudu tetap kompatibel dengan beragam software, termasuk nan sudah usang sekalipun.

Bagaimana menurutmu? komen dibawah guys.

Via : Microsoft


Catatan Penulis : WinPoin sepenuhnya berjuntai pada iklan untuk tetap hidup dan menyajikan konten teknologi berbobot secara cuma-cuma — jadi jika Anda menikmati tulisan dan pedoman di situs ini, minta whitelist laman ini di AdBlock Anda sebagai corak support agar kami bisa terus berkembang dan berbagi insight untuk pengguna Indonesia. Kamu juga bisa mendukung kami secara langsung melalui support di Saweria. Terima kasih.

Written by

Gylang Satria

Tech writer nan sehari‑hari berkutat dengan Windows 11, Linux Ubuntu, dan Samsung S24. Punya pertanyaan alias butuh diskusi? Tag @gylang_satria di Disqus. Untuk kolaborasi, email saja ke [email protected]

Post navigation

Previous Post

Selengkapnya
Sumber Winpoin.com
Winpoin.com