
Olahraga malam dinilai bisa usik otak. (Foto: Freepik)
BANYAK orang tetap percaya bahwa olahraga di malam hari bisa berakibat jelek bagi kesehatan, termasuk memengaruhi kondisi otak. Anggapan ini kembali diluruskan oleh master sekaligus edukator kesehatan Adam Prabata melalui unggahan di media sosialnya.
dr. Adam Prabata kembali membahas soal edukasi kesehatan. Kali ini, dia meluruskan soal dugaan olahraga malam hari bisa berakibat jelek bagi tubuh.

1. Efek Olahraga Malam
Lewat unggahan di akun X pribadinya, @AdamPrabata, dia menjelaskan bahwa olahraga malam memang dapat meningkatkan hormon kortisol. Namun, perihal ini tidak selalu rawan seperti nan dikhawatirkan banyak orang.
“Olahraga malam hari memang bisa meningkatkan kadar kortisol, nan merupakan respons stres,” tulis dr. Adam.
Kortisol sendiri dikenal sebagai hormon nan berangkaian dengan tekanan darah tinggi, kenaikan berat badan, dan resistensi insulin jika kadarnya terus tinggi dalam jangka panjang. Olahraga rutin justru mempunyai pengaruh positif terhadap pengaturan hormon kortisol.
“Olahraga rutin justru menurunkan kadar kortisol secara jangka panjang dan memperbaiki pengaturan kortisol,” jelasnya.
3 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·