Seorang wanita melangkah di gedung dengan logo Samsung di Seocho, Korea Selatan( Jung Yeon-je / AFP)
SAMSUNG Electronics telah memulai langkah darurat untuk mengurangi produksi semikonduktor. Perusahaan asal Korea Selatan itu bersiap menghadapi ancaman mogok kerja terbesar dalam sejarahnya.
Jun Young-hyun, kepala bagian Device Solutions (DS) dan wakil ketua Samsung Electronics, dilaporkan mengadakan pertemuan darurat dengan para pelaksana membahas soal kesempatan terakhir untuk memulihkan daya saing perusahaan di tengah aktivitas mogok kerja pegawai. Kerugian mengenai mogok kerja di Samsung mulai terlihat. Sementara kerugian langsung dan tidak langsung bisa mencapai hingga 100 triliun won (Rp1.000 triliun) jika perselisihan ini berlarut-larut, menurut pengamat industri.
Eksekutif Samsung mengeluarkan permintaan maaf publik, berupaya untuk 'melibatkan diri dalam dialog' menjelang mogok kerja pegawai nan bakal datang. Serikat pekerja Samsung Electronics menolak proposal, mengatakan pembicaraan lebih lanjut dapat dilakukan 'setelah 7 Juni 2026, demikian dilansir dari Joong Ang Daily, Sabtu (16/5).
Pemerintah diyakini bakal menggunakan jalur arbitrase darurat jika mogok kerja di Samsung terus terjadi.
Mogok kerja di Samsung dimulai sejak Kamis (14/5) hingga 7 Juni 2026. Meskipun ada lonjakan dalam industri chip memori, Samsung Electronics menghadapi akibat secara internal maupun eksternal, dari bentrok antara manajemen dan pekerja di tengah persaingan dunia nan semakin ketat.
Serikat pekerja menyatakan bahwa mogok kerja dapat mengakibatkan kerugian hingga 1 triliun won per hari, alias hingga 30 triliun won secara keseluruhan. Namun, beberapa pengamat industri memperkirakan bahwa total kerugian langsung dan tidak langsung, termasuk kerusakan pada kepercayaan rantai pasokan, kehilangan pelanggan, biaya restart jalur produksi, dan kerugian bagi perusahaan mitra nan dapat mencapai 100 triliun won.
Pada Jumat (15/5), Samsung Electronics mencoba melanjutkan negosiasi dengan mengirimkan arsip resmi kepada serikat pekerja nan menguraikan posisi perusahaan mengenai isu-isu nan diperdebatkan.
Choi Seung-ho, ketua bab Samsung Electronics dari Serikat Pekerja Gabungan Samsung Group menolak proposal tersebut, dengan mengatakan, "Kami bakal membahas masalah ini setelah 7 Juni." Choi juga menegaskan bahwa mogok kerja nan direncanakan dijamin oleh Konstitusi. (H-4)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·