Mojtaba Khamenei Kritis, AS Keluarkan Ancaman Keras

Sedang Trending 2 bulan yang lalu
Mojtaba Khamenei Kritis, AS Keluarkan Ancaman Keras Mojtaba Khamenei dikabarkan kritis dan tak sadarkan diri.(Antara)

LAPORAN intelijen internasional menyebut Pemimpin Tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei, berada dalam kondisi kritis dan tidak sadarkan diri. Situasi ini memicu kekhawatiran dunia atas stabilitas politik Iran di tengah bentrok area nan terus memanas.

Informasi tersebut pertama kali diungkap oleh The Times pada Selasa (7/4), berasas memo diplomatik nan dibagikan kepada sejumlah negara, termasuk Amerika Serikat, Israel, dan negara-negara Teluk. Disebutkan, Khamenei tengah menjalani perawatan intensif di Qom dan tidak bisa menjalankan kegunaan kepemimpinan negara.

Memo itu juga menjadi laporan pertama nan mengungkap letak perawatan secara spesifik. Sumber nan sama menyebut lembaga keamanan nasional AS telah mengetahui kondisi tersebut, apalagi terjadi komunikasi tidak langsung dengan perwakilan Iran melalui jalur diplomatik di Pakistan.

Sejak bentrok di Asia Barat meningkat, Khamenei tidak lagi muncul di hadapan publik. Meski demikian, pesan resmi atas namanya tetap disiarkan melalui media pemerintah, memicu spekulasi mengenai kondisi sebenarnya.

Laporan tersebut juga mengindikasikan bahwa persiapan pemakaman di Qom mulai dilakukan sebagai langkah antisipasi, meskipun belum ada konfirmasi resmi dari otoritas Iran.

Di tengah situasi ini, Presiden Amerika, Serikat Donald Trump kembali mengeluarkan peringatan keras. Ia menegaskan bahwa kegagalan mencapai kesepakatan dalam waktu dekat bakal berujung pada akibat serius bagi Iran.

"Mereka punya waktu hingga besok, dan kemudian kita bakal lihat apa nan terjadi," ujar Trump, Rabu (8/4).

Ia menambahkan, tanpa kesepakatan, Iran berisiko kehilangan prasarana vital. "Tidak ada jembatan, tidak ada pembangkit listrik, situasinya bakal jauh lebih buruk," katanya.

Trump juga menilai bentrok nan berjalan sejak 28 Februari telah memasuki fase kritis. Menurutnya, langkah nan diambil saat ini adalah keputusan nan tak bisa ditunda lagi.

Perkembangan ini mempertegas posisi Iran dalam tekanan ganda, krisis kepemimpinan internal dan ancaman eksternal, nan berpotensi mengguncang stabilitas area dan hubungan geopolitik global. (Z-10)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia