MUI Sebut Presiden Kurban Pakai APBN Sah: Secara Syar'i Tak Ada Soal

Sedang Trending 2 minggu yang lalu

Jakarta, CNN Indonesia --

Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyebut pembelian hewan kurban oleh Presiden RI Prabowo Subianto menggunakan APBN tidak bermasalah dalam norma Islam.

"Dalam konteks bernegara saat ini, APBN bertindak sebagai Baitul Mal modern, sehingga kurban dari negara ini ditujukan murni untuk kepentingan dan kemaslahatan masyarakat luas. Secara syar'i tidak ada soal," ujar Ketua MUI Bidang Fatwa KH Asrorun Niam Sholeh dalam keterangannya, Rabu (27/5).

Ia menjelaskan model pengadaan seperti itu mempunyai landasan fikih nan kuat dalam sejarah Islam.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Merujuk pada Hadis Riwayat Imam Bukhari, Niam mengatakan bahwa seorang pemimpin alias pemimpin memang disunahkan membeli hewan kurban melalui Baitul Mal alias kas negara.

Dalam konteks itu, Niam beranggapan bahwa dalam kehidupan negara modern, APBN dapat dipahami sebagai corak Baitul Mal nan dikelola untuk kepentingan publik.

Selain itu, dia mengatakan sistem itu juga logis dari sisi teknis birokrasi lantaran serupa dengan program support sosial lain nan diberikan pemerintah ke masyarakat.

Ia menyebut perbedaannya adalah support kali ini diwujudkan dalam corak hewan kurban nan disalurkan ke daerah-daerah.

"Sama seperti anggaran Banpres nan diwujudkan dalam corak sembako lampau didistribusikan ke masyarakat. Logikanya sama, hewan kurban ini tidak dikonsumsi pribadi oleh Presiden, melainkan langsung disalurkan ke daerah-daerah," ujar dia.

Pada Iduladha 1447 Hijriah tahun ini, Prabowo menyalurkan 1.098 ekor sapi kurban. Wamensesneg Juri Ardiantoro menyebut sumber biaya pembelian itu berasal dari APBN melalui anggaran support presiden untuk kemasyarakatan dengan nilai sekitar Rp100 miliar.

Seluruh ekor nan jadi sapi kurban Prabowo itu berasal dari peternak lokal dan terdiri atas sapi premium dengan berat di atas 800 kilogram hingga 1,3 ton.

Jenis sapi kurban nan disalurkan Prabowo antara lain berjenis Simmental, Limousin, Peranakan Ongole, Brahman, Angus, Sapi Bali, FH, Belgian Blue, dan Charolais.

Adapun nilai sapi disesuaikan dengan berat dan letak masing-masing daerah.

"Jadi, sumber anggarannya dari APBN melalui anggaran support presiden, support kemasyarakatan presiden. Jadi, nilai sapi tentu bervariasi lantaran bobotnya beda-beda dan lokasinya juga tentu mempengaruhi nilai sapi. Jadi kita menyesuaikan nilai sapi di setiap daerah. Kurang lebih anggaran nan dikeluarkan sebanyak Rp100-an miliar," kata Juri dalam konvensi pers di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (26/5).

(mnf/sfr)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Selengkapnya
Sumber CNN Indonesia Nasional
CNN Indonesia Nasional