Mungkinkah Rudal Hipersonik Fattah-2 Iran Menyamai Kecepatan Mach 5

Sedang Trending 2 bulan yang lalu

loading...

Rudal Hipersonik Fattah-2 Iran. FOTO/ VIET

TEHERAN - Di tengah peluncuran rudal Iran nan berulang kali terhadap Israel, pertanyaan tentang keahlian sebenarnya dari Fattah-2 telah menjadi titik perhatian.

Baru-baru ini, media Iran merilis sebuahvideoyang menunjukkan rudal hipersonik Fattah-2 digunakan dalam serangan nan menargetkan letak di Tel Aviv dan sekitarnya (Israel).

Ini adalah kendaraan luncur hipersonik (HGV), nan terkenal lantaran keahlian manuvernya dan potensinya untuk mengatasi sistem pertahanan modern.

Senjata jenis ini, nan diperkenalkan oleh Iran pada akhir tahun 2023, dipresentasikan sebagai langkah maju nan signifikan dalam keahlian pencegahan strategisnya, dengan keahlian terbang dengan kecepatan hipersonik dan menembus sistem pertahanan modern.

Namun, menurut organisasi kajian pertahanan internasional, sebagian besar karakter teknis Fattah-2 belum diverifikasi secara independen.

Menurut info nan dipublikasikan, Fattah-2 diyakini menggunakan platform rudal balistik dengan jangkauan sekitar 1.500 km, dan mempunyai kreasi nan mirip dengan model Fattah sebelumnya.

Yang menarik, kendaraan masuk kembali (RV) sistem ini dikatakan mempunyai corak aerodinamis nan mengingatkan pada prototipe X-51 Waverider nan dikembangkan oleh Boeing.

Namun, kreasi tersebut tidak menunjukkan adanya saluran masuk udara, komponen krusial untuk mesin scramjet, sehingga menimbulkan pertanyaan tentang sistem penerbangan kendaraan nan sebenarnya.

Scramjet adalah jenis mesin turbofan nan menghisap udara dan membakar bahan bakar dalam aliran udara nan bergerak dengan kecepatan supersonik (lebih sigap dari kecepatan suara), memungkinkan kendaraan mencapai kecepatan nan sangat tinggi, seringkali di atas Mach 4-5.

Gambar penampang nan dirilis pada aktivitas peluncuran menunjukkan bahwa RV Fattah-2 mempunyai struktur nan terdiri dari dua kompartemen terpisah dengan ukuran berbeda.

Desain ini diyakini mirip dengan konfigurasi tangki bahan bakar dan oksidator nan umum ditemukan pada sistem rudal berbahan bakar cair.

Selengkapnya
Sumber Tekno Sindonews
Tekno Sindonews