NASA Siap Pamerkan Teleskop Antariksa Nancy Grace Roman: Penerus Hubble yang Lebih Canggih

Sedang Trending 1 bulan yang lalu
 Penerus Hubble nan Lebih Canggih NASA bersiap meluncurkan Teleskop Nancy Grace Roman untuk selidiki daya gelap dan cari eksoplanet. (NASA)

NASA bersiap memperkenalkan teleskop antariksa terbarunya, Nancy Grace Roman Space Telescope, ke publik, Selasa (21/4/2026) waktu setempat. Teleskop nan dirakit di Goddard Space Flight Center, Maryland ini, diproyeksikan menjadi "mata" baru bagi umat manusia untuk mengungkap misteri pembentukan alam semesta.

Setelah melewati serangkaian pengetesan pra-peluncuran nan ketat, teleskop ini bakal segera dikirim ke Kennedy Space Center, Florida. Jika tidak ada hambatan, Roman bakal diluncurkan menggunakan roket SpaceX Falcon Heavy dalam rentang waktu antara musim gugur 2026 hingga Mei 2027.

Misi Berbiaya US$4 Miliar

Teleskop Nancy Grace Roman bukanlah proyek sembarangan. Dengan perkiraan biaya pengembangan mencapai lebih dari US$4 miliar (Sekitar Rp70 Triliun), teleskop survei besar ini dirancang untuk menjawab pertanyaan esensial tentang gimana alam semesta berevolusi.

Secara teknis, Roman mempunyai cermin teleskop berukuran 2,4 meter, serupa dengan Teleskop Antariksa Hubble nan legendaris. Namun, perbedaannya terletak pada jangkauan pandangnya. Jika Hubble konsentrasi pada perincian objek secara mendalam, Roman mempunyai bagian pandang 100 kali lebih luas. Hal ini memungkinkan para astronom memetakan struktur galaksi dalam skala besar serta menyelidiki kejadian daya gelap dan materi gelap.

Memburu Eksoplanet Melalui Lensa Gravitasi

Selain memetakan perkembangan alam semesta, teleskop ini mempunyai misi unik berjulukan Galactic Bulge Time-Domain Survey. Misi ini difokuskan pada pusat galaksi Bima Sakti untuk mencari eksoplanet alias planet di luar tata surya kita.

Metode nan digunakan adalah lensa gravitasi (gravitational lensing). Secara sederhana, sinar bintang dari galaksi jauh dapat mengalami pembesaran sementara ketika ada objek masif lewat di depannya, sesuai dengan prinsip relativitas umum. Melalui metode ini, Roman bakal melacak keberadaan planet melalui distorsi sinar nan dihasilkan saat planet melintas di depan bintang induknya.

Konferensi Pers NASA

Sejumlah pejabat tinggi NASA dijadwalkan datang dalam pengarahan di Goddard Space Flight Center untuk membahas kemajuan teleskop dan rencana sains ke depan. Para peserta nan terlibat antara lain:

  • Jared Isaacman, Administrator NASA
  • Nicky Fox, Associate Administrator Direktorat Misi Sains
  • Jamie Dunn, Manajer Proyek Teleskop Roman
  • Julie McEnery, Ilmuwan Proyek Senior Teleskop Roman

Peluncuran teleskop ini diharapkan menjadi lompatan besar bagi pengetahuan pengetahuan antariksa, memberikan info nan jauh lebih komprehensif dibandingkan pendahulu-pendahulunya dalam memahami langkah kerja ruang dan waktu. (Space/Z-2)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia