Jakarta, CNN Indonesia --
Tempat penitipan anak (daycare) Little Aresha nan terletak di Sorosutan, Umbulharjo, Kota Yogyakarta, viral usai digerebek abdi negara kepolisian. Penggerebekan tersebut terjadi lantaran adanya dugaan penganiayaan kepada balita nan dititipkan di daycare tersebut.
Salah satu orang tua balita, Aldewa (30), asal Mergangsan, Kota Jogja mengaku anaknya nan sekarang berumur tiga tahun telah dititipkan di daycare tersebut selama lebih dari enam bulan. Ia mengungkapkan, lebam sempat terlihat di bagian dengkul kanan anaknya sekitar sepekan lalu.
"Pernah ada lebam di dengkul kanan. Waktu itu saya pikir lantaran jatuh alias terdorong temannya," ujar Aldewa saat ditemui di Umbulharjo, Kota Yogyakarta, Sabtu (25/4), dikutip dari detikJogja.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, Aldewa juga mengaku anaknya kerap menangis setiap hendak berangkat ke daycare. Namun, dia sempat menganggap perihal tersebut sebagai perihal wajar bagi anak seusia tiga tahun.
"Kalau pagi mau berangkat itu selalu nangis. Saya kira biasa, anak mini memang kadang takut alias belum mau sekolah," katanya.
Terkait dugaan penganiayaan nan sekarang viral, Aldewa mengaku kesulitan memastikan kondisi nan sebenarnya lantaran anaknya belum bisa bercerita secara jelas. Meski demikian, dia berambisi kasus dugaan penganiayaan tersebut dapat diusut tuntas. Ia juga meminta agar pihak nan terbukti melakukan kekerasan dapat diproses hukum.
"Kalau saya tanya dipukul alias tidak, dia jawab tidak. Tapi di media sosial ramai disebut anak-anak seperti didoktrin untuk tidak bilang apa-apa," ujarnya.
"Kalau memang ada nan melakukan, kudu dihukum. Tapi saya percaya tidak semuanya jahat," sebutnya.
Sementara itu, Sri (63), penduduk Kotagede, mengaku cucunya nan berumur empat tahun pernah dikunci di bilik mandi oleh pengasuh.
"Terus dia (cucu) katanya dimasukkan ke bilik mandi, dikunci di bilik mandi. 'Aku main nggak boleh, nggak boleh main. Terus saya dikunci di bilik mandi'," ungkapnya.
Sri juga sempat memandang kondisi pipi cucunya memerah saat dijemput. Namun, dia mengaku tidak mengetahui penyebab pasti lantaran sang cucu enggan bercerita lebih lanjut.
"Oh nggak luka, hanya merah saja (di pipi). Ditanya juga tidak mau jawab," katanya.
Sri menyebut cucunya telah dititipkan di daycare tersebut selama sekitar satu tahun dengan lama dari pagi hingga sore hari. Selama ini, dia tidak meletakkan berprasangka lantaran pengasuh terlihat ramah saat berjumpa langsung.
"Kalau ketemu baik sekali, tidak terlihat ada apa-apa. Tapi ya saya kesel sekali jika itu benar. Masa anak cucu saya diperlakukan begitu," tegasnya.
Sebelumnya, polisi menggerebek daycare di Umbulharjo, Kota Yogyakarta, mengenai dugaan penganiayaan terhadap anak-anak nan dititipkan di tempat tersebut. Polisi memasang garis polisi di letak serta tengah memeriksa pihak-pihak terkait.
Kasat Reskrim Polresta Yogyakarta, Kompol Riski Adrian membenarkan adanya penyergapan tersebut.
"Benar, Satuan Reserse Polresta Jogja tadi (Jumat) sore baru saja melakukan penyergapan sebuah tempat penitipan anak di wilayah Umbulharjo," ujar Adrian saat dihubungi wartawan, Sabtu (25/4/2026).
Adrian menyebut pihaknya menduga ada oknum pengelola daycare nan melakukan tindakan penganiayaan terhadap anak-anak nan dititipkan. Saat ini, kasus tersebut tetap dalam tahap penyelidikan.
"Yang diduga kuat melakukan tindak pidana memperlakukan anak secara diskriminatif alias menempatkan, membiarkan, melibatkan, menyuruh melibatkan anak dalam situasi perlakuan salah dan penelantaran alias kekerasan terhadap anak," ujarnya.
Baca buletin selengkapnya di sini.
(fra/fra)
Add
as a preferred source on Google
[Gambas:Video CNN]
1 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·