Ngeprank Damkar, Debt Collector Diberi Jajal Selang Air Tekanan Tinggi

Sedang Trending 1 bulan yang lalu

Jakarta, CNN Indonesia --

Pelaku pelaporan kejadian kebakaran tiruan alias "prank" mendatangi Kantor Dinas Kebakaran Kota Semarang, Sabtu (25/4), untuk menyampaikan permintaan maaf secara langsung.

Bonefentura Soa namalain Fenan (26) nan datang didampingi keluarga, istri, dan anaknya mengakui secara sadar melakukan tindakan "prank" tersebut lantaran terbawa emosi lantaran debitur susah dihubungi mengenai tunggakan utang.

"Saya mengakui kesalahan saya. Saya melakukannya sendiri tanpa paksaan, tapi saya tidak memikirkan dampaknya bakal sejauh ini. Saya siap menerima akibat dan memohon maaf kepada Bapak Ngadi (debitur, red.) serta tim damkar," katanya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sekretaris Dinas Damkar Kota Semarang Ade Bhakti menyatakan bahwa pihaknya telah melaporkan kasus pelaporan kebakaran tiruan tersebut kepada kepolisian.

Meski secara pribadi telah menerima permohonan maaf pelaku, dia menekankan bahwa keputusan untuk mencabut alias melanjutkan laporan ada di tangan ketua institusi.

"Saya secara pribadi tidak ada urusan dengan Mas Fenan, tapi ini adalah institusi. Kami memakai baju damkar dan ini adalah lembaga nan menurut kami tidak bisa dipermainkan seperti itu," katanya.

Untuk langkah selanjutnya nan bakal diambil setelah permintaan maaf tersebut, kata dia, pihaknya bakal berkoordinasi dengan pimpinan, terutama kaitannya dengan laporan ke kepolisian.

"Kami bakal laporkan ke ketua lantaran kemarin kami sudah melangkah ke ranah hukum. Apakah laporan kemarin bakal ditumpuk dengan laporan personil baru alias seperti apa, kami bakal info lanjutan," katanya.

Tak hanya meminta maaf, pelaku Fenan juga diberi kesempatan untuk mencoba sejumlah tugas petugas damkar, termasuk menyemprot air tekanan tinggi agar ikut merasakan gimana petugas damkar saat berjibaku memadamkan kobaran api.

Sementara itu, pihak perusahaan tempat pelaku bekerja, PT GAD (Agent & Co), menyatakan bakal menghormati segala proses norma nan berlaku.

Mereka menyerahkan sepenuhnya keputusan kepada pihak Damkar Semarang dan kepolisian mengenai hukuman norma bagi oknum karyawannya tersebut.

Peristiwa tersebut terjadi pada Kamis (23/4) sore nan berasal adanya laporan kebakaran di warung Nasi Goreng Mas Adi milik Ngadi di Jalan WR Supratman Semarang sehingga petugas damkar langsung menerjunkan dua unit mobil pemadam ke lokasi.

Di lokasi, pemilik warung juga kaget lantaran tidak merasa melapor, dan setelah ditelusuri rupanya pelaporan tiruan itu ulah "debt colector" (DC) pinjaman online untuk menakut-nakuti Ngadi lantaran persoalan utang.

Berdasarkan informasi, nominal utang pemilik warung pun tak banyak, ialah sekitar Rp2 juta nan merupakan utang pinjol sejak tahun 2020.

(antara/gil)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Selengkapnya
Sumber CNN Indonesia Nasional
CNN Indonesia Nasional