OJK Bicara Risiko Pasar Modal RI Turun Kasta

Sedang Trending 3 bulan yang lalu

Jakarta -

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bicara soal kesempatan turunnya status pasar modal Indonesia dari Emerging Market menjadi Frontier Market. Penetapan tersebut bakal diputuskan oleh Morgan Stanley Capital International (MSCI) pada Juni mendatang.

Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi, berambisi MSCI tidak bakal menurunkan status pasar modal RI. Pasalnya self regulatory organization (SRO) telah menjalankan sejumlah perbaikan mengenai transparansi pasar modal.

"Moga-moga enggak ya, lantaran jika kita lihat, misalnya kita lihat secara granularitas data, keterbukaan informasi, kita mungkin salah satu nan terbaik lah untuk perihal keterbukaan integritas nan kita sampaikan. Jadi, moga-moga ini juga menjadi konsideran, agar Indonesia tetap di Emerging Market," ungkapnya kepada wartawan di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta Selatan, Senin (11/5/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Meski begitu, wanita nan berkawan di sapa Kiki ini tak menampik akibat pengumuman MSCI terhadap Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Mengingat lembaga penyedia indeks dunia itu juga bakal mengumumkan hasil rebalancing saham RI pada Selasa (12/5).

Kiki meminta penanammodal untuk tidak panik merespons pengumuman MSCI. Pasalnya, penyesuaian nan dilakukan MSCI hanya berkarakter sementara seiring berjalannya reformasi pasar modal di Indonesia.

"Mungkin bisa menjadi short term pain, tapi insyaallah menjadi long term gain. Jadi, jangan orang terus jadi dibikin panik dan lain-lain. Nggak, ini memang akibat dari perbaikan nan kita lakukan. Kita kudu melakukan perbaikan secara fundamental," imbuhnya.

Tak hanya otoritas, pemerintah juga tengah menunggu pengumuman status pasar modal Indonesia. Staf Ahli Bidang Pengembangan Produktivitas dan Daya Saing Ekonomi Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Evita Manthovani, menilai tetap ada waktu untuk meyakinkan lembaga dunia mengenai reformasi pasar modal RI.

"Yang perlu kita cermati adalah keputusan final bakal ditetapkan dalam market accessibility review pada Juni 2026 ini. Artinya, kita tetap mempunyai ruang sekaligus tanggung jawab untuk meyakinkan pasar dunia bahwa arah reformasi kita konsisten, terukur dan berkelanjutan," jelasnya dalam aktivitas Investor Relations Forum di Main Hall BEI.

Ia menegaskan, pasar modal mempunyai peran besar dalam mendukung pembiayaan. Setidaknya pada tahun 2029, kebutuhan pembiayaan Indonesia diperkirakan mencapai Rp 9.200 triliun.

"Ke depan kebutuhan pembiayaan Indonesia termasuk perbankan, pasar finansial bakal meningkat secara signifikan dari Rp 7.400 triliun menjadi sekitar Rp 9.200 triliun pada tahun 2029, di mana sebagian besar berasal dari sektor swasta dan masyarakat. Untuk itu peningkatan partisipasi penanammodal domestik menjadi kunci," pungkasnya.

Sebagai informasi, MSCI bakal mengumumkan hasil rebalancing indeks untuk saham RI pada Selasa (12/5). Kemudian untuk market accessibility review nan menetapkan status pasar modal RI, rencananya diumumkan pada Juni mendatang.

(ahi/ara)

Selengkapnya
Sumber detik finance
detik finance