loading...
Platform OnlyFans sempat menghadapi gelombang boikot setelah mencuatnya dugaan aliran biaya dari sang pemilik ke golongan pelobi pro-Israel terkuat di Amerika Serikat. Foto: Getty Images
JAKARTA - Platform konten dewasa OnlyFans tidak sekadar memuaskan gairah visual konsumennya, tetapi secara tidak langsung turut mendanai lobi politik nan menyokong pertumpahan darah di Gaza.
Pada 2024, gelombang boikot dan eksodus pembuat besar-besaran sempat menghantam OnlyFans.
Pemicunya adalah aliran biaya dahsyat dari sang pemilik platform, Leonid Radvinsky. Laporan investigasi The Lever membongkar bahwa miliarder Yahudi kelahiran Soviet tersebut, berbareng istrinya, menjanjikan bantuan sebesar Rp187 miliar (USD11 juta) kepada American Israel Public Affairs Committee (AIPAC).
Angka tersebut menobatkan Radvinsky sebagai dermawan perseorangan terbesar bagi golongan pelobi pro-Israel paling kuat di Amerika Serikat tersebut.
Meski Radvinsky membantah klaim ini, noda kecurigaan sudah terlanjur melekat di mata para kreatornya.
Pornografi, Uang Berdarah, dan Hipokrisi Geopolitik
Ekonomi pembuat digital, khususnya konten dewasa (NSFW), sangat berjuntai pada platform dominan.
3 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·