Niko Prayoga
, Jurnalis-Kamis, 21 Mei 2026 |21:05 WIB

Literasi Keuangan (Foto: Okezone)
SURAKARTA - OVO Finansial terus menggalakkan edukasi dan penguatan literasi finansial terhadap generasi muda salah satunya kepada mahasiswa. Seperti melalui Moneyfetasi iNews Media Group Campus Connect di Universitas Negeri Sebelas Maret Surakarta (UNS) pada Rabu (20/5/2026).
Acara berjudul “Fintech for Future: Membangun Literasi dan Keamanan Pendanaan Digital Generasi Muda” itu juga menjadi bagian dari rangkaian roadshow kampus Fintech Academy nan telah dimulai di Universitas Jenderal Soedirman (UNSOED) awal Mei lalu.
Langkah penguatan tersebut diambil mengingat penggunaan jasa finansial digital saat ini sudah banyak digandrungi anak muda.
Berdasarkan info OJK per Maret 2026, 48,65 persen biaya macet dalam jasa pinjaman daring didominasi pengguna dengan usia 19 hingga 34 tahun.
Maka dari itu, penggunaan jasa finansial digital pada anak muda sangat perlu didampingi dan diperkuat dengan literasi finansial agar tidak menjadi tren nan negatif.
Apalagi, potensi ancaman pinjaman online ilegal, fraud digital, social engineering, penyalahgunaan info pribadi, hingga rendahnya pemahaman dalam mengelola finansial pribadi tetap mengintai.
Penguatan literasi finansial digital ini juga sekaligus memperkuat pemahaman generasi muda agar tidak hanya ocehan menggunakan jasa digital, tetapi juga bisa memahami akibat di baliknya.
Direktur Utama OVO Finansial Riady Nata, menjelaskan bahwa banyaknya penggunaan jasa finansial digital oleh mahasiswa alias anak muda menunggu kemudahan akses layanan. Namun, perihal itu perlu diimbangi dengan pemberian pemahaman mengenai penggunaan nan bijak serta mencegah potensi beragam resiko kejahatan finansial digital.
3 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·