Jakarta -
PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI) sebagai BUMN ekspor rupanya tetap mempunyai satu pegawai. Menurut Chief Investment Officer (CIO) Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara Pandu Sjahrir, DSI baru diisi oleh Luke Thomas Mahony sebagai Direktur Utama.
Hal itu disampaikan Pandu saat menjelaskan perkembangan pembentukan DSI nan baru resmi menjadi BUMN pada Senin kemarin. Menurutnya, proses pembangunan organisasi DSI dilakukan secara seperti saat Danantara pertama kali dibentuk.
"Sebagai perusahaan baru dibentuk Senin minggu lalu, Senin kemarin baru menjadi persero BUMN, jadi cukup cepat. Kebetulan pegawainya baru satu, Luke. So, Luke is there. Saya terima kasih juga dia orang asing, jadi walaupun banyak nan WA dia, dia nggak bisa jawab juga WA itu," ujar Pandu dalam Investor Daily Round Table di Jakarta, Selasa (26/5/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pandu mengatakan pihaknya bakal membangun tim DSI secara bertahap. Dia mencontohkan Danantara nan awalnya hanya mempunyai tiga orang pegawai pada Februari tahun lampau kemudian berkembang menjadi sekitar 450 pegawai dalam waktu satu tahun.
"Kalau misalnya bapak ibu ingat, Danantara dimulai Februari dimulai dengan 3 orang. Akhir Maret dan April, 30 orang. Sekarang setahun kemudian 450 orang," ujar Pandu.
Menurut Pandu, proses perekrutan pegawai DSI bakal dilakukan secara global, tidak hanya dari Indonesia. Dia menyinggung upaya perdagangan komoditas dan pembiayaan perdagangan internasional memerlukan tenaga mahir dengan keahlian nan sangat spesifik.
"Jadi dari sisi sumber daya manusia, kami juga rekrut dari global, bukan hanya di Indonesia, semuanya global. Seperti tadi saya sebut di batu bara hanya ada 2 ribu trader di dunia," sebut Pandu.
Meskipun, dia tak menutup kemungkinan untuk merekrut sumber daya manusia (SDM) dari BUMN eksisting. Pandu menegaskan rekrutmen di DSI bakal dilakukan secara ahli dan hanya bakal menyasar SDM berkualitas.
"Tentu kelak bakal ada juga dari BUMN nan bakal kita coba rekrut juga human capital nan sudah ada itu untuk bisa belajar bareng. Contoh juga dari sisi financing, jika financing ini sangat konsentrasi kepada trade financing," beber Pandu.
"Untuk trade financing specifically, most of the talent tuh tidak banyak di Indonesia, banyaknya di luar negeri. Ini juga kita kudu bisa recruit to transfer knowledge of doing financing nan menyangkut komoditas," tutupnya menjelaskan.
(ily/hal)
2 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·