Presiden Prabowo Subianto(tangkapan layar YouTube Sekretariat Presiden.)
PRESIDEN Prabowo Subianto memberikan petunjuk unik kepada Direktur Utama Garuda Indonesia dan Danantara untuk segera melobi maskapai Arab Saudi. Langkah ini bermaksud untuk menjalin kerja sama strategis dalam skema perusahaan patungan (joint venture) demi efisiensi penyelenggaraan ibadah haji.
“Di sini ada Dirut Garuda? Kemudian Danantara? Saya telah instruksikan untuk mendekati Saudi Air, agar Garuda dan Saudi Air bikin joint venture,” ujar Presiden Prabowo saat memberikan taklimat pada Rapat Kerja Pemerintah di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (8/4).
Soroti Ketidakefisienan Operasional
Presiden menyoroti praktik operasional penerbangan haji selama ini nan dinilai tidak ekonomis. Ia mengkritik kejadian pesawat nan kerap terbang tanpa penumpang (ferry flight) pada salah satu rute keberangkatan alias kepulangan.
“Selama ini pesawat Garuda berangkat membawa jemaah haji ke Tanah Suci, pulangnya kosong. Ini tidak ekonomis, tidak masuk akal. Arab Saudi juga demikian, mengembalikan jemaah ke Indonesia, kembalinya kosong,” tegas Presiden.
Targetkan Penurunan Harga Tiket
Sebagai solusi konkret, Presiden Prabowo mendorong pembentukan anak perusahaan baru dengan skema kepemilikan saham masing-masing 50% antara Indonesia dan Arab Saudi.
Melalui skema joint venture ini, diharapkan pesawat dapat mengangkut penumpang secara penuh, baik saat menuju Arab Saudi maupun sekembalinya ke Indonesia. Hal ini diyakini bakal memangkas biaya operasional secara signifikan.
“Saya katakan, kenapa tidak kerja sama? Bikin satu anak perusahaan, 50 persen Arab Saudi, 50 persen Indonesia. Pesawat berangkat ke Arab Saudi penuh, kembali ke Indonesia juga penuh. Harga bisa turun, waktu bisa lebih singkat. Ini agar dikerjakan,” pungkasnya.
(P-4)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·