Pantry Jadi Pabrik: Siasat Doku Ubah 1 Ton Sisa Makanan Jadi Emas Hitam

Sedang Trending 1 bulan yang lalu

loading...

Doku membuktikan bahwa perusahaan teknologi pun bisa berkedudukan nyata dalam ekonomi sirkular dengan mengolah 65% limbah organik instansi menjadi kompos berkualitas. Foto: Doku

JAKARTA - Bisnis digital rupanya tidak bersih-bersih amat. Tetap ada jejaknya. Tetap ada sampahnya.

Lihat saja Doku, raksasa pembayaran digital itu. Karyawannya banyak, sekitar 150 hingga 170 orang setiap hari. Dampak sampingannya Sampah. Setiap bulan, instansi mereka menghasilkan nyaris 1 ton limbah. Sebagian besar adalah sisa makanan.

Doku tidak mau mendiamkan tumpukan sampah itu lari ke TPA. Tepat di hari ulang tahunnya nan ke-19 dan bertepatan dengan Hari Bumi, 22 April 2026, mereka meluncurkan ini: Green Pantry.

Targetnya konkret. Mereka mau memangkas 65 persen sampah organik kantor. Itu setara dengan 650 kilogram sampah per bulan. Caranya? Sampah dikelola langsung dari sumbernya, ialah pantry kantor.

 Siasat Doku Ubah 1 Ton Sisa Makanan Jadi Emas Hitam

Karyawan dilibatkan langsung. Mereka diajak memilah sisa makanan. Sampah itu tidak dibuang ke plastik hitam. Tapi masuk ke sistem pengomposan terintegrasi. Ada tahapan dehidrasi, fermentasi, hingga pematangan.

Hasilnya adalah kompos berkualitas. Namanya BeyondGrow. Doku apalagi membuka sistem pesan awal (pre-order) terbatas bagi masyarakat nan mau merasakan faedah kompos ini untuk kesuburan tanah.

“Bahkan upaya digital tetap meninggalkan jejak. Perubahan tidak selalu kudu besar," ujar Himelda Renuat, Co-Founder dan Chief Marketing Officer Doku.

Selengkapnya
Sumber Tekno Sindonews
Tekno Sindonews