Ilustrasi(ANTARA/M Ibnu Chazar)
PERHIMPUNAN Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI) menegaskan bahwa perlindungan terhadap penyakit campak tidak hanya diperuntukkan bagi anak-anak. Orang dewasa sekarang sangat direkomendasikan untuk menjalani vaksinasi measles, mumps, rubella (MMR) guna memutus rantai penularan virus nan sangat infeksius tersebut.
Dokter ahli penyakit dalam konsultan alergi imunologi, dr. Sukamto Koesnoe, Sp.PD, K-A.I, FINASIM, menyatakan bahwa kesadaran bakal vaksinasi dewasa tetap perlu ditingkatkan. Menurutnya, langkah preventif ini krusial mengingat akibat komplikasi nan bisa berakibat fatal.
"Vaksinasi balang pada dewasa bukan hanya perlu, tetapi sangat perlu," ujar Sukamto, dikutip Rabu (8/4)
Risiko Penularan dan Komplikasi
Campak dikenal sebagai salah satu penyakit dengan tingkat penularan nan sangat tinggi. Satu orang nan terinfeksi dapat menularkan virus kepada belasan orang lainnya di sekitarnya. Selain itu, bagi perseorangan nan rentan, balang bukan sekadar ruam kulit biasa, melainkan ancaman kesehatan jangka panjang.
Beberapa akibat komplikasi nan diwaspadai meliputi:
- Pneumonia (radang paru-paru).
- Radang otak (ensefalitis).
- Gangguan sistem imun jangka panjang.
Siapa nan Membutuhkan Vaksin MMR?
Vaksinasi MMR sangat disarankan bagi orang dewasa nan tidak mempunyai bukti kekebalan, belum pernah divaksinasi saat kecil, alias tidak mempunyai riwayat jangkitan balang sebelumnya. Kelompok prioritas meliputi tenaga kesehatan, pelancong internasional, serta mereka nan tinggal di lingkungan padat seperti asrama.
Berikut adalah ringkasan pedoman vaksinasi MMR untuk dewasa berasas keterangan dr. Sukamto Koesnoe:
| Jenis Vaksin | MMR (Measles, Mumps, Rubella) |
| Jumlah Dosis | 1 sampai 2 dosis |
| Interval Minimal | 28 hari antar-pemberian |
| Rasio Penularan | 1 pasien dapat menularkan ke 12-18 orang |
| Target Utama | Nakes, pelancong, penunggu asrama, dewasa tanpa riwayat imunisasi |
Membangun Kekebalan Kelompok
Lebih lanjut, Sukamto menjelaskan bahwa tujuan vaksinasi tidak hanya untuk melindungi diri sendiri (kekebalan individu), tetapi juga untuk menciptakan herd immunity alias kekebalan kelompok. Dengan cakupan vaksinasi nan tinggi, virus bakal susah menemukan inang baru untuk menyebar.
PAPDI mengimbau masyarakat untuk segera memeriksa kembali status vaksinasi mereka. Jika tidak mempunyai catatan imunisasi nan jelas, penduduk disarankan untuk berkonsultasi dengan tenaga kesehatan dan menjalani vaksinasi MMR guna meningkatkan ketahanan tubuh terhadap jangkitan virus campak. (Ant/Z-1)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·