loading...
Lenovo memamerkan konsep laptop 3D tanpa kacamata Yoga Book Pro 3D Concept pada arena Mobile World Congress (MWC) 2026 di Barcelona. Foto: Lenovo Indonesia
JAKARTA - Laptop masa depan tampaknya tidak lagi sekadar layar datar dan keyboard. Di Mobile World Congress (MWC) 2026, Lenovo menunjukkan gambaran baru tentang gimana komputer pribadi bakal berevolusi: lebih cerdas, lebih fleksibel, apalagi bisa menampilkan objek tiga dimensi tanpa kacamata.
Pada pameran teknologi dunia nan digelar 9 Maret 2026 itu, Lenovo memperkenalkan beragam perangkat baru untuk kreator, gamer, dan pengguna produktivitas.
Produk nan diperkenalkan mencakup laptop konvertibel Yoga 9i 2-in-1 Aura Edition, laptop tipis IdeaPad Slim 5i Ultra, tablet produktivitas Idea Tab Pro Gen 2, serta laptop performa tinggi Yoga Pro 7a dan Legion 7a nan ditenagai prosesor AMD Ryzen AI Max+ Series.
Selain perangkat komersial, Lenovo juga memamerkan dua konsep teknologi nan mencuri perhatian: Yoga Book Pro 3D Concept, laptop dengan layar 3D tanpa kacamata, serta Legion Go Fold Concept, perangkat gaming handheld nan dapat dilipat.
“Generasi pembuat dan gamer berikutnya mengharapkan tenaga, portabilitas, dan kepintaran datang berbarengan dalam satu perangkat,” kata Jun Ouyang, Senior Vice President dan General Manager Consumer Segment Intelligent Devices Group Lenovo.
Ia menambahkan bahwa Lenovo berupaya menggabungkan penemuan perangkat keras dengan teknologi kepintaran buatan agar pengalaman pengguna terasa lebih mulus dan saling terhubung.
Laptop 3D Tanpa Kacamata untuk Kreator

Salah satu perangkat paling menarik nan dipamerkan Lenovo adalah Yoga Book Pro 3D Concept. Laptop ini dirancang untuk pembuat nan bekerja dengan objek tiga dimensi, seperti desainer produk, animator, hingga developer konten digital.
Perangkat ini menggunakan layar dobel PureSight Pro Tandem OLED dengan teknologi glasses-free 3D. Artinya pengguna dapat memandang kedalaman dan corak objek tiga dimensi langsung di layar tanpa memerlukan kacamata khusus.
Teknologi ini juga memanfaatkan perangkat lunak AI Lenovo nan bisa mengubah konten dua dimensi menjadi objek tiga dimensi.
Dengan kata lain, gambar biasa dapat diubah menjadi model 3D nan bisa diputar alias diedit langsung di layar.
Interaksi dengan objek juga tidak lagi mengandalkan mouse alias stylus. Melalui kamera RGB, laptop ini mendukung zero touch gestures, sehingga pengguna bisa melakukan zoom, memutar objek, alias menggeser model hanya dengan aktivitas tangan.
Bagian layar bawah laptop dilengkapi snap-on pads, semacam panel kontrol nan memungkinkan pengguna mengatur pencahayaan, perspektif pandang, dan warna dengan cepat.
Seluruh sistem ini didukung oleh prosesor Intel Core Ultra 7 nan dipadukan dengan GPU NVIDIA GeForce RTX 5070, kombinasi nan dirancang untuk menangani proses rendering skematis tiga dimensi nan berat.
Tren teknologi ini juga didukung oleh pertumbuhan pasar global. Lenovo memperkirakan pasar layar 3D tanpa kacamata bakal tumbuh hingga tiga kali lipat antara 2025 hingga 2032.
Gaming Handheld nan Bisa Dilipat

Selain laptop kreator, Lenovo juga memamerkan konsep perangkat gaming berjulukan Legion Go Fold Concept.
3 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·