Sejumlah siswa mengikuti TKA gelombang 2(MI/Despian Nurhidayat)
KEMENTERIAN Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melaporkan bahwa penyelenggaraan Tes Kemampuan Akademik (TKA) Gelombang 2 hingga hari keempat melangkah dengan lancar di seluruh wilayah Indonesia. Kelancaran ini dinilai sebagai bukti kesiapan sistem serta solidnya support beragam pihak dalam menyelenggarakan asesmen pendidikan berskala nasional.
Berdasarkan laporan sementara pada Jumat (10/4), penyelenggaraan TKA hari keempat dimulai serentak pada pukul 07.00 WIB hingga 15.30 WIB. Ribuan satuan pendidikan sukses menyelenggarakan ujian nan terbagi ke dalam empat sesi dengan total partisipasi peserta nan sangat signifikan.
Berikut adalah rincian jumlah peserta TKA Gelombang 2 pada hari keempat:
| Sesi 1 | 574.234 |
| Sesi 2 | 563.632 |
| Sesi 3 | 318.985 |
| Sesi 4 | 73.139 |
| Total Peserta Hari Ke-4 | 1.529.990 |
Kepala Badan Kebijakan Pendidikan Dasar dan Menengah (BKPDM), Toni Toharudin, menegaskan bahwa keberhasilan ini merupakan buah dari perencanaan matang dan kesiapan teknis nan komprehensif. Menurutnya, elastisitas moda penyelenggaraan menjadi aspek kunci dalam menghadapi tantangan geografis di Indonesia.
“Pelaksanaan TKA nan melangkah lancar di beragam wilayah mencerminkan kesiapan teknis dan perencanaan nan matang dari satuan pendidikan. Fleksibilitas moda penyelenggaraan nan diberikan juga menjadi kunci dalam menjawab beragam kondisi di lapangan,” ujar Toni, Jumat (10/4).
Fleksibilitas Moda: Daring dan Semi Daring
Kemendikdasmen memberikan keleluasaan bagi sekolah untuk memilih moda penyelenggaraan sesuai dengan prasarana nan tersedia:
- Moda Daring: Membutuhkan hubungan internet stabil secara terus-menerus baik bagi proktor maupun peserta.
- Moda SemiDaring: Menjadi solusi bagi wilayah dengan keterbatasan akses internet. Koneksi hanya diperlukan pada tahap sinkronisasi, aktivasi sistem, rilis token, dan unggah hasil jawaban, sementara pengerjaan soal oleh peserta dilakukan tanpa internet.
Selain moda, satuan pendidikan juga diperbolehkan memilih skema penyelenggaraan secara berdikari alias menumpang pada sekolah lain nan mempunyai sarana prasarana lebih lengkap. Hal ini memastikan tidak ada siswa nan tertinggal dalam mengikuti asesmen ini.
Toni Toharudin juga memberikan apresiasi tinggi kepada pemerintah wilayah dan seluruh pemangku kepentingan atas sinergi nan terbangun. Ia berambisi support berkepanjangan ini terus terjaga hingga seluruh rangkaian TKA berakhir.
“Sinergi nan terbangun menjadi fondasi krusial dalam memastikan setiap tahapan penyelenggaraan TKA melangkah sesuai dengan ketentuan. Dukungan berkepanjangan dari semua komponen menjadi kunci dalam menjaga kualitas penyelenggaraan hingga akhir kegiatan,” pungkasnya. (Z-1)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·