Pelaku UMKM di Kabupaten Cianjur merasakan akibat naiknya nilai plastik nan melonjak drastis.(Dok. MI)
PELAKU UMKM di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, merasakan akibat naiknya harga plastik. Penaikan nan mencapai 80-100% tersebut berakibat langsung terhadap biaya produksi.
Yeti Hernawati misalnya, dia mengaku merasakan betul akibat naiknya nilai plastik. Sebab, plastik bungkusan merupakan kebutuhan upaya kue dan olahan lainnya.
"Naiknya nilai plastik bungkusan sudah terjadi sejak Lebaran. Ini tentu berakibat terhadap biaya produksi nan jadi membengkak," kata Yeti, Kamis (9/4).
Naiknya nilai bahan baku plastik disebut-sebut akibat kondisi global, termasuk bentrok di Timur Tengah. Bagi pelaku usaha, naiknya nilai bahan baku sekalipun mini bakal memberikan akibat nan besar.
"Kebutuhan plastik menjadi salah satu perihal nan utama pada upaya kami. Tentu sangat memberatkan," tuturnya.
Harga plastik cerah nan sebelumnya sekitar Rp15 ribu sekarang melonjak menjadi Rp25 ribu. Sementara nilai toples plastik naik dari Rp5 ribu menjadi Rp8 ribu per buah. "Mau tidak mau kami kudu berbilang ulang biaya produksi," ungkap dia.
Yeti mengaku tak berani meningkatkan nilai jual untuk mengimbangi naiknya nilai plastik. Dia cemas konsumen bakal keberatan sehingga produknya tak laku.
"Harus kami pikirkan matang-matang jika mau meningkatkan harga. Apalagi jika dititipkan di toko, tidak bisa langsung naik. Harus diajukan dulu dan biasanya kenaikan dibatasi. Paling naiknya sekitar Rp2.000,” jelasnya.
Intan Suhartini, pedagang plastik, mengatakan kenaikan sudah terjadi sejak sebelum Lebaran. Namun, harganya semakin naik signifikan setelah Lebaran.
"Awal naik terpantau pada Februari. Naiknya sekitar 5-10% waktu itu. Tapi setelah Lebaran melonjak lagi hingga 40-100%,” ungkapnya.
Kenaikan paling tinggi terjadi pada plastik berbahan dasar Polypropylene (PP) lantaran berjuntai pada impor. Bahan ini umum digunakan untuk plastik bening, cup minuman, hingga toples.
“Harga plastik cerah nan dua bulan lampau tetap Rp35 ribu per kilogram, sekarang sudah mencapai Rp52 ribu. Plastik keresek murni juga ada nan naik sampai 100% dari Rp18 ribu-Rp36 ribu," pungkasnya. (H-3)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·