Pembiayaan dan Investasi Harus Fokus ke Sektor Paling Berdampak pada Ekonomi

Sedang Trending 6 bulan yang lalu

Feby Novalius , Jurnalis-Jum'at, 30 Januari 2026 |14:03 WIB

Pembiayaan dan Investasi Harus Fokus ke Sektor Paling Berdampak pada Ekonomi

Ketua Umum AFPI Entjik S. Djafar soal tantangan pendanaan di Indonesia. (Foto: Okezone.com/AFPI)

JAKARTA - Tantangan utama pendanaan di Indonesia saat ini bukan soal kesiapan dana, melainkan gimana pendanaan dapat menjangkau sektor riil dan UMKM secara tepat, terjangkau, dan berkelanjutan.

Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) mengungkapkan bahwa pendanaan tetap menjadi rumor krusial dalam pembangunan ekonomi nasional, seiring tetap lebarnya kesenjangan pendanaan di beragam sektor strategis. Tantangan pendanaan tidak hanya berangkaian dengan kesiapan dana, tetapi juga akses dan pemahaman masyarakat terhadap jasa finansial formal, baik perbankan maupun lembaga finansial non-bank. Dalam konteks tersebut, industri pendanaan digital alias pindar dinilai mempunyai peran nan semakin strategis.

“Pindar tidak lagi sekadar menjadi pengganti pendanaan, tetapi telah berkembang menjadi bagian krusial dari prasarana finansial nasional, khususnya untuk menjangkau segmen underserved dan unbankable,” kata Ketua Umum AFPI Entjik S. Djafar, Jumat (30/1/2026).

Dirinya menambahkan, berasas riset kerjasama AFPI dan Katadata, industri pindar berkedudukan sebagai penyangga likuiditas rumah tangga melalui pendanaan multiguna, sekaligus menjadi katalis pertumbuhan UMKM produktif nan tercermin dari peningkatan omzet dan aset pelaku usaha. Meski demikian, Entjik menekankan pentingnya menjaga kepercayaan publik.

“Ke depan, industri pindar kudu terus memperkuat transparansi, tata kelola, serta literasi keuangan, agar pertumbuhan industri melangkah berkepanjangan dan bertanggung jawab,” tegasnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Bidang Analisis Kebijakan Makro-Mikro Ekonomi, Aviliani, menegaskan, Indonesia tetap menjadi tujuan investasi nan menarik di tengah dinamika global. Namun, arah pembiayaan dan investasi perlu lebih konsentrasi pada sektor-sektor nan memberikan akibat ekonomi signifikan.

Menurut Aviliani, pindar mempunyai ruang tumbuh nan prospektif lantaran besarnya segmen masyarakat nan bisa dilayani kebutuhan konsumtif maupun produktif mereka.

“Kalau ditanya investasi di Indonesia tetap menarik alias tidak, jawabannya tetap menarik. Banyak pihak justru mau berinvestasi ke Indonesia,” ujar Aviliani.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk pembaruan buletin terbaru setiap hari

Follow

Berita Terkait

Telusuri buletin finance lainnya

Selengkapnya
Sumber Okezone.com
Okezone.com