Pembunuhan Ibu Kandung di Pekalongan, Polisi Tunggu Hasil Pemeriksaan Dokter Kejiwaan

Sedang Trending 1 bulan yang lalu
Pembunuhan Ibu Kandung di Pekalongan, Polisi Tunggu Hasil Pemeriksaan Dokter Kejiwaan Jenazah Tarsimi, 66, nan meninggal diduga dibunuh anak kandungnya bersiap hendak dimakamkan.(MI/Supardji Rasban)

SATRESKRIM Polres Pekalongan Kota, tetap mendalami kasus pembunuhan ibu kandung oleh anaknya di Pekalongan, Jawa Tengah. Polisi hingga sekarang belum menetapkan tersangka.

Kasatreskrim Polres Pekalongan Kota, AKP Setiyanto menyampaikan peristiwa itu terjadi, Minggu (10/5/2026) sekitar pukul 23.00 WIB. Kejadian pertama kali diketahui oleh seorang saksi nan mendengar keributan dari dalam bilik korban Saat saksi masuk ke kamar, korban sudah dalam kondisi  luka parah akibat dugaan penganiayaan.

“Kepala korban dipukul menggunakan ulekan nan terbuat dari batu,” ujar AKP Setiyanto di kantornya, Senin (11/5/2026).

Akibat penganiayaan tersebut, korban mengalami luka berat di bagian kepala. Polisi menyebut terdapat luka sobek cukup besar di bagian atas telinga sebelah kiri korban.

“Korban mengalami luka di tengkorak kepala tepatnya di atas telinga sebelah kiri, dengan kedalaman sekitar 10 sentimeter dan lebar sekitar 12 sentimeter,” jelas Setiyanto.

Korban sempat mendapatkan penanganan medis, namun nyawanya tidak tertolong akibat luka tumbukan barang tumpul. Setiyanto menyebur korban tidak dilakukan autopsi lantaran master telah memastikan penyebab kematian akibat tumbukan barang tumpul di bagian kepala.

“Untuk luka-luka sudah dipastikan oleh master penyebab kematian akibat tumbukan barang tumpul,” jelas Setiyanto.

Mengenai motif pembunuhan, Setiyanto mengatakan tetap melakukan pendalaman. Dari keterangan keluarga, pelaku disebut mempunyai riwayat depresi alias gangguan kejiwaan.

“Kami tetap mendalami. Menurut info dari family korban, pelaku pernah mengalami depresi,” beber Setiyanto.

Pemeriksaan Kejiwaan

Menurut Setiyanto pelaku tetap menjalani pemeriksaan dan observasi psikologis di Rumah Sakit Zaky Djunaid untuk diketahui hasilnya guna penyelidikan lebih lanjut. Setiyanto menegaskan pihaknya belum dapat menetapkan status norma terhadap pelaku lantaran tetap menunggu hasil pemeriksaan master ahli kejiwaan.

“Belum ada penetapan tersangka. Kami tetap menunggu hasil pemeriksaan dari tim medis apakah nan berkepentingan mengalami gangguan jiwa alias tidak,” terang Setiyanto.

Lanjut Setiyanto jika nantinya pelaku dinyatakan mengalami gangguan jiwa berat sehingga tidak bisa mempertanggungjawabkan perbuatannya, maka perihal tersebut bakal berpengaruh terhadap proses norma nan berlaku.

“Kalau memang mengalami gangguan jiwa tentunya gugur demi norma lantaran nan berkepentingan tidak dapat mempertanggungjawabkan hukum,” tegasnya.

Hingga kini, Satreskrim Polres Pekalongan Kota tetap terus mengumpulkan keterangan saksi dan menunggu hasil resmi pemeriksaan medis untuk menentukan langkah penanganan selanjutnya dalam kasus tersebut.
 
Diketahui seorang anak, 25, di Kota Pekalongan, Jawa Tengah, memukul ibunya menggunakan ulekan batu/alat. Korban merupakan Tarsimi, 66, penduduk Kelurahan Poncol, Kota Pekalongan. (H-4)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia