Wakil Menteri Transmigrasi Viva Yoga Mauladi menyerahkan SHM kepada penduduk transmigrasi.(MI/Ihfa Firdausya)
Wakil Menteri Transmigrasi (Wamentrans) Viva Yoga Mauladi menyebut saat ini ada sekitar 60 proposal pembukaan kawasan transmigrasi baru nan diajukan pemerintah wilayah (pemda). Ia menyampaikan di beberapa kabupaten di luar Jawa dan Bali tetap ada titik-titik wilayah nan teralienasi.
"Dengan adanya program transmigrasi, baik itu transmigrasi lokal (penduduk setempat dalam kabupaten alias dalam provinsi) maupun transmigrasi karyawisata (transmigrasi umum), itu bakal ditempati orang kemudian melakukan aktivitas ekonomi, sosial, budaya sehingga bakal bertumbuh," kata Viva usai menyerahkan 109 sertifikat kewenangan milik (SHM) kepada penduduk transmigrasi di Kecamatan Pulubala, Kabupaten Gorontalo, Rabu, (8/4).
Untuk menindaklanjuti proposal pembukaan area transmigrasi baru, Kementrans mempunyai tim unik nan bakal mempelajari hingga detail, mulai dari status lahan, hingga pengembangan produk unggulan. Tujuannya agar area transmigrasi itu berakibat signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi daerah, pertumbuhan ekonomi regional, dan dapat memberantas kemiskinan. Selain itu menjadi kesempatan untuk pekerjaan baru bagi masyarakat nan tinggal di area transmigrasi baru.
"Jadi beberapa pemerintah wilayah mengusulkan proposal baru untuk daerahnya dibuka area transmigrasi. nan sudah diputuskan itu baru satu, Kabupaten Sigi (Sulawesi Tengah)," kata Viva.
Syarat pembukaan area transmigrasi baru itu, lanjutnya, pemerintah wilayah kudu membikin rencana area transmigrasi. Kemudian lahannya kudu disediakan oleh pemerintah wilayah dan kudu berkarakter clean and clear.
"Dalam makna tidak ada persoalan hukum, persoalan yuridis, persoalan tumpang tindih sehingga kelak menyebabkan ada masalah di kemudian hari. Kita tidak menginginkan seperti itu," papar Viva.
Selain itu, pemerintah juga mau memandang ada potensi apa nan bisa dikembangkan sebagai produk unggulan di rencana area transmigrasi itu. "Karena jika sudah ada masyarakat trans-nya itu juga tidak boleh didiamkan begitu saja, kudu ada aktivitas ekonomi, ada aktivitas sosial dan pengembangan produk unggulan apa nan bisa dikembangkan sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan dari masyarakat transmigrasi," jelasnya. (E-3)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·