Pemerintah-Danantara Teken Kerja Sama Olah Sampah Jadi Listrik di 6 Lokasi

Sedang Trending 3 bulan yang lalu

Jakarta -

Pemerintah mempercepat pembangunan Pengolah Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) melalui penandatanganan perjanjian kerja sama antara pemerintah wilayah dan Badan Usaha Pelaksana Proyek (BUPP) nan berada di bawah naungan Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara (Danantara).

Dalam kesempatan ini, terdapat enam wilayah aglomerasi Kabupaten/Kota nan secara resmi menjalani kerja sama proyek PSEL ialah Lampung Raya, Serang Raya, Medan Raya, Semarang Raya, Kabupaten Bekasi, dan Bogor Raya 2.

Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) mengatakan penyelenggaraan proyek 'sulap' sampah menjadi listrik dibagi dalam beberapa gelombang. Di mana untuk gelombang pertama ini dilaksanakan pada wilayah-wilayah nan sudah masuk dalam kondisi darurat sampah.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Yang kita telaah hari ini itu nan kategori darurat, nan open dumping, nan sudah numpuk-numpuk, sudah dikategorikan darurat," kata Zulhas dalam aktivitas penandatanganan perjanjian kerja sama antara pemda dengan Danantara, di instansi Kemenko Pangan, Jakarta Pusat, Senin (11/5/2026).

Untuk diketahui, ini merupakan kedua kalinya proses penandatanganan perjanjian kerja sama antara pemerintah wilayah dengan BUPP pengelola sampah menjadi daya listrik dilakukan.

Sebelumnya sudah ada lima wilayah aglomerasi nan resmi menjalin kerja sama proyek PSEL ialah Kota Bekasi, Kota Bogor dan Kabupaten Bogor, serta Kota Denpasar dan Kabupaten Badung di Bali.

"Dalam rangka mempercepat perintah Bapak Presiden, beliau mengatakan tidak mungkin kita bakal jadi negara nan maju jika sampah saja kita tidak bisa selesaikan," ucapnya.

Dalam perihal ini, pemerintah menargetkan sebanyak 25 unit pembangkit listrik tenaga sampah bakal selesaikan dibangun dalam dua tahun ke depan dan beraksi penuh pada 2028 mendatang.

"Dalam 3 tahun ke depan, kudu kita selesaikan 25 letak nan mencakup 62 kabupaten kota, nan darurat nan (jumlah sampah tertampung) di atas 1.000 ton (per hari)," ujar Zulhas.

"Kita bakal selesaikan prosesnya 6 bulan administrasi, pembangunan 2 tahun. Sehingga 2027 separuh selesai, 2028 bulan Mei InsyaAllah semuanya selesai," katanya lagi.

Dalam kesempatan nan sama, Chief Investment Officer (CIO) BPI Danantara, Pandu Sjahrir, mengatakan proyek ubah sampah menjadi daya ini memerlukan total biaya sekitar US$ 5 miliar.

"Jadi total itu kan total proyek itu US$ 5 miliar untuk semuanya, per proyek itu kurang lebih US$ 150 juta alias nyaris Rp 2,7 triliun ya," kata Pandu saat ditemui usai aktivitas penandatanganan.

Dalam perihal ini, Pandu menegaskan biaya pembangunan tak semuanya ditanggung oleh Danantara maupun Pemda terkait. Namun turut didanai melalui skema KPBU (Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha) dari perusahaan-perusahaan pemenang tender proyek pembangkit listrik tenaga sampah ini.

"Kan ada kontraktor juga, ada penanammodal lain nan masuk. Jadi mereka kan, kita memilih sesuai dengan teknologi nan terbaik. Jadi kita bakal buka nan tahap kedua, kita bakal buka sejenak lagi, itu ya kita bakal mencari partner-partner nan terbaik. Sudah nyaris 100 lebih kok nan mendaftar," jelasnya.

(igo/fdl)

Selengkapnya
Sumber detik finance
detik finance