Pemerintah Indonesia Siapkan Strategi Bebaskan 7 WNI Diculik Israel

Sedang Trending 3 minggu yang lalu

Jakarta, CNN Indonesia --

Pemerintah Indonesia menyiapkan sejumlah langkah untuk membebaskan tujuh penduduk negara Indonesia (WNI) nan ditangkap tentara Israel dalam pelayaran kemanusiaan ke Gaza, Palestina.

Kepala Kantor Staf Kepresidenan (KSP) Jenderal Purn Dudung Abdurachman menyampaikan pemerintah melalui Kemenlu RI telah berkoordinasi dengan sejumlah Kedutaan Besar RI (KBRI) di area sekitar mulai dari Ankara (Turki), Kairo (Mesir), Roma (Italia), hingga Amman (Yordania).

"Pemerintah Indonesia mendesak Israel untuk segera melepaskan seluruh kapal dan awak misi kemanusiaan internasional nan ditahan serta menjamin kelanjutan penyaluran support kemanusiaan kepada rakyat Palestina secara norma humaniter internasional," ucap Dudung di Kantor KSP, Jakarta, Selasa (19/5).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia menyebut pemerintah juga menyiapkan langkah antisipatif berupa publikasi SPLP [Surat Perjalanan Laksana Paspor] andaikan paspor para WNI tersebut disita serta support medis andaikan diperlukan.

Selain itu, Dudung mengatakan perwakilan RI juga terus melakukan pendekatan ke otoritas setempat guna memastikan akses transit dan proses kepulangan WNI dapat melangkah tanpa halangan keimigrasian.

Eks Kepala Staf TNI AD itu juga menyatakan Indonesia telah berasosiasi dengan sembilan negara lainnya ialah Turki, Bangladesh, Brasil, Kolombia, Yordania, Libya, Maladewa, Pakistan, dan Spanyol nan mengutuk keras serangan Israel tersebut.

Sebelumnya, terdapat sembilan WNI nan ikut serta dalam kapal pelayaran kemanusiaan GPCI pada misi Global Sumud Flotilla 2026 ke Gaza.

Pada awal pekan ini mulanya dikabarkan lima dari sembilan WNI dicegat militer Israel dalam perjalanannya.

Mereka adalah lima WNI itu ialah wartawan Republika Bambang Noroyono dan Thoudy Badai, wartawan Tempo TV Andre Prasetyo Nugroho, wartawan dari GPCI Rahendro Herubowo, dan aktivis Rumah Zakat Andi Angga Prasadewa. 

Mereka tersebar di sejumlah kapal nan telah dicegat militer Israel. Rahendro, Thoudy, dan Andre menumpangi Kapal Ozgurluk, Abeng di Kapal BoraLize, sedangkan Andi Angga di Kapal Josef.

Ketiga kapal itu diduga dicegat tentara Israel di perairan internasional saat bakal bersama-sama misi Global Sumud Flotilla 2026 menembus blokade zionis untuk mencapai Gaza.

Terbaru, pada Selasa (19/5) ini, pasukan Israel dikabarkan kembali menculik dua WNI nan tergabung dalam misi Global Sumud Flotilla 2026. Dengan demikian, sekarang total tujuh WNI dalam misi pelayaran kemanusiaan dunia ke Gaza nan diculik pasukan Zionis.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Yvonne Mewengkang mengonfirmasi penculikan terbaru WNI oleh tentara Zionis tersebut.

"Berdasarkan info terkini 19.50 WIB, jumlah WNI nan ditangkap Israel telah bertambah," kata Yvonne dalam rilis resmi, Selasa (19/5).

"Dari total 9 WNI personil Global Peace Convoy Indonesia (GPCI) nan tergabung dalam misi GSF 2.0, sekarang sebanyak 7 (tujuh) WNI dilaporkan telah ditangkap," sambungnya.

Kedua WNI itu Ronggo Wirasanu dan Herman Budianto dari Dompet Dhuafa. Keduanya ikut berlayar dalam kapal Zapyro.

Sementara itu, dua WNI lainnya ialah Asad Aras Muhammad dan Hendro Prasetyo diketahui tetap berada dalam kapal Kasr 1 Sadabat nan tetap berupaya berlayar ke Gaza.

Yvonne mengatakan situasi di lapangan tetap sangat dinamis. Kedua WNI nan saat ini tetap masih berlayar tersebut tetap berada dalam kondisi rawan dan sewaktu-waktu dapat mengalami intersepsi alias penangkapan oleh militer Israel.

"Perwakilan RI mengenai dalam posisi siaga penuh untuk segera menindaklanjuti setiap perkembangan di lapangan," ujar dia.

Kementerian Luar Negeri melalui Perwakilan RI, kata Yvonne, bakal terus memantau situasi, melakukan verifikasi posisi dan kondisi para WNI, serta menyiapkan langkah-langkah pelindungan nan dibutuhkan.

(mnf/isn)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Selengkapnya
Sumber CNN Indonesia Nasional
CNN Indonesia Nasional