Ilustrasi.(Antara Foto)
BADAN Pangan Nasional (Bapanas) memastikan kondisi kesiapan stok pangan pokok nasional sepanjang 2026 aman dan terkendali. Meskipun ada ketidakpastian geopolitik dunia dan ancaman El Nino, pemerintah terus memperkuat strategi guna menjamin kesiapan pasokan pangan pokok bagi masyarakat.
Kepala Biro Perencanaan, Kerja Sama, dan Humas Bapanas Budi Waryanto menyebut salah satu pencapaian krusial tahun ini adalah keberhasilan Indonesia dalam mempertahankan dan memperluas status swasembada pangan.
“Perintah Bapak Presiden jelas, kita kudu berdaulat dan mandiri. Kedaulatan pangan adalah nilai diri bangsa. Data menunjukkan beberapa komoditas kita sudah swasembada. Dari beras, jagung, kemudian gula, cabe besar, cabe rawit, daging ayam, telur ayam, dan bawang merah sudah aman," papar Budi dalam keterangannya, Jumat (10/4).
Berdasarkan info proyeksi neraca pangan Bapanas hingga Juni 2026, sejumlah komoditas strategis nasional mencapai status swasembada dengan tingkat surplus nan signifikan. Beras diproyeksikan surplus mencapai 15,8 juta ton, diikuti jagung 4,7 juta ton, gula konsumsi 797 ribu ton, cabe besar 87 ribu ton, cabe rawit 61 ribu ton, daging ayam 950 ribu ton, telur ayam 517 ribu ton, dan bawang merah 53 ribu ton.
Sebelumnya, Kepala Bapanas Andi Amran Sulaiman menyampaikan bahwa pemerintah mempunyai persediaan pangan nan cukup untuk menghadapi bentrok geopolitik dan ancaman El Nino.
“Cadangan beras per tanggal 7 April 2026 mencapai 4,6 juta ton. Jadi kemarin 4,5, sekarang 4,6 juta ton. Ini tertinggi sepanjang sejarah. Kondisi stok beras nasional di Indonesia dipastikan kondusif untuk 10-11 bulan ke depan," ungkapnya.
"Di sisi lain, El Nino diperkirakan 6 bulan. Jadi, insya Allah pangan kita aman. Meski bentrok di Timur Tengah mulai mengganggu rantai pasok global, pasokan bahan pangan utama seperti bawang merah, cabai, telur ayam, dan gula pasir cukup,” pungkas Amran. (H-4)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·