Ribuan jemaah haji dari beragam negara melangkah pulang setelah melempar Jumrah di Mina, Makkah, Arab Saudi.(Antara)
PEMERINTAH memutuskan sekitar 50% jemaah calon haji reguler Indonesia bakal mengikuti Skema Murur pada penyelenggaraan ibadah haji 2026. Kebijakan ini disiapkan sebagai langkah utama untuk menekan kepadatan ekstrem saat fase puncak haji, terutama di area Muzdalifah nan selama ini menjadi titik paling rawan dalam arus pergerakan jemaah.
Menteri Haji dan Umrah, Mochamad Irfan Yusuf, mengatakan total jemaah nan masuk skema tersebut mencapai 100.930 orang, alias setara dengan separuh kuota jamaah haji reguler Indonesia.
“jemaah Murur bakal diambil dari setiap kloter dengan jumlah jemaah Murur sebanyak 100.930 orang alias sekitar 50% dari total kuota jemaah haji reguler,” kata Irfan saat rapat kerja berbareng Komisi VIII DPR RI di Jakarta, Rabu.
Skema Murur merupakan pola pergerakan jemaah dari Arafah menuju Mina dengan melintasi Muzdalifah menggunakan bus tanpa turun dari kendaraan. Skema ini diterapkan sebagai corak keringanan ibadah alias rukhsah, sekaligus strategi perlindungan jemaah di tengah tingginya kepadatan.
Menurut Irfan, kepadatan di Muzdalifah tidak lagi bisa ditangani dengan pola jasa biasa. Karena itu, pendekatan baru dibutuhkan agar mobilitas jemaah tetap melangkah lancar tanpa mengorbankan aspek keselamatan.
Selain Murur, pemerintah juga menjalankan Program Tanazul di Mina. Melalui program ini, jemaah tidak diwajibkan bermalam di tenda Mina dan dapat kembali ke hotel di Makkah. Skema tersebut direncanakan diikuti 76.412 jemaah dari 196 kloter, terutama mereka nan menempati wilayah Syisyah, Raudhah, dan Aziziyah.
Irfan menegaskan, dua kebijakan itu menandai perubahan pendekatan jasa haji pemerintah. Penyelenggaraan ibadah tidak lagi hanya menitikberatkan pada kelancaran ritual, tetapi juga pada manajemen risiko, pengaturan mobilitas, dan perlindungan jamaah secara menyeluruh.
“Kebijakan ini merupakan perwujudan dari prinsip menjaga keselamatan jiwa serta penerapan nyata dari konsep kemudahan alias rukhsah dalam menghadapi tantangan kepadatan nan ekstrem,” ujarnya.
Dalam pelaksanaannya, Skema Murur bakal didukung armada bus unik dari masing-masing markaz dengan pengawalan petugas. Keberangkatan jemaah dilakukan berjenjang mulai pukul 19.00 waktu Arab Saudi untuk area 3 dan 4, lampau dilanjutkan area 5 menjelang tengah malam.
Di sisi lain, Satgas Muzdalifah dan Mina disiapkan untuk mengawal proses perpindahan jemaah agar tetap terkendali hingga tiba di tenda masing-masing, sekaligus mencegah penumpukan di titik-titik krusial selama fase puncak haji. (Z-10)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·