Pemerkosaan Mahasiswi di Makassar: Diancam Cutter, Mata-Mulut Dilakban

Sedang Trending 3 minggu yang lalu

Makassar, CNN Indonesia --

Feri Bin Dg Rumpa (33), pelaku penyekapan dan pemerkosaan mahasiswi berinisial MA (21) di Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), menakut-nakuti korban menggunakan pisau cutter saat melancarkan tindakan kejahatannya.

Pelaku juga menutup mata dan mulut korban dengan lakban.

"Pelaku masuk ke bilik korban lampau melakukan kekerasan dan menakut-nakuti korban menggunakan pisau cutter untuk memperkosanya," kata Kapolrestabes Makassar Kombes Arya Perdana kepada wartawan, Minggu (17/5).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Arya menjelaskan, pemerkosaan terjadi pada hari ketiga korban berada di rumah nan dikontrak pelaku. Korban tidak bisa melakukan perlawanan lantaran diancam memakai senjata tajam.

"Korban kemudian disekap, mulut dan matanya dilakban, lampau diperkosa beberapa kali," tuturnya.

Menurut Arya, korban tertipu lamaran kerja menjadi baby sitter nan ditawarkan pelaku di media sosial. Pelaku sempat meminta korban menunggu sebelum resmi dipekerjakan.

"Korban datang, kemudian disampaikan bahwa untuk bekerja di tempat tersebut tetap kudu menunggu beberapa hari," tuturnya.

"Selama menunggu, korban dipekerjakan di rumah itu kurang lebih dua hari sebagai pembantu rumah tangga," tambah Arya.

Arya mengemukakan letak penyekapan dan pemerkosaan merupakan rumah nan dikontrak oleh pelaku. Rumah tersebut disewa pelaku selama tiga hari.

"Orang ini nan tempat tinggalnya di Makassar ini bukan sewa rumah kontrakan sebulan, ini per hari itu bayar Rp 300 ribu dan dia gunakan untuk menjebak orang," jelasnya.

Pelaku saat ini tetap dalam pemeriksaan lebih lanjut usai ditangkap. Sejauh ini polisi belum menemukan adanya indikasi perdagangan manusia di kembali tindakan pelaku.

"Untuk indikasi perdagangan manusia sementara belum. Modus pelaku adalah membujuk korban melalui lowongan kerja palsu," ungkap Arya.

Diketahui, korban disekap dan diperkosa di kompleks perumahan Jalan Metro Tanjung Bunga, Kelurahan Barombong, Kecamatan Tamalate sejak Jumat (8/5) hingga Minggu (10/5). Pelaku sempat kabur hingga ditangkap di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, Jawa Timur, Sabtu (16/5).

Mahasiswi Korban Penyekapan Asal Nunukan
Salah satu penduduk perumahan setempat berinisial IK menyebut korban berasal dari Nunukan, Kalimantan Utara. Wanita tersebut seorang mahasiswi nan berkuliah di Makassar.

"Iya (korban asal Kalimantan Utara) aslinya di KTP-nya, perbatasan Nunukan," kata IK kepada wartawan.

Mahasiswi itu diduga menjadi korban penipuan modus lamaran kerja menjadi pengasuh alias baby sitter. Pelaku memanfaatkan kondisi korban nan memerlukan biaya kuliah.

"Dia (pelaku) pasang (lamaran pekerjaan) di sosmed butuh baby sitter dijanjikan Rp 3 juta. Tertarik mi si korban lantaran dia butuh duit bayar kuliah," ungkapnya.

Sebelum polisi tiba di lokasi, penduduk lebih dulu berinisiatif menyelamatkan korban dalam rumah nan disewa oleh pelaku. Korban menangis dalam kondisi tangan terikat saat dievakuasi.

"Jadi nan punya rumah pergi cek nan sewa, pas dia mau buka pintu rumah ada muncul ini wanita dari dalam rumah, dilihat dari jendela rumah," katanya.

Baca selengkapnya di sini.

(isn)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Selengkapnya
Sumber CNN Indonesia Nasional
CNN Indonesia Nasional