Surabaya, CNN Indonesia --
Sebuah rekaman video viral memperlihatkan dua truk berlogo bertuliskan 'Koperasi Desa Merah Putih' tengah mengangkut peralatan alias stok komoditas dari sebuah penyimpanan Indomarco di area Surabaya, viral dan jadi polemik di media sosial.
Video itu jadi sorotan lantaran Koperasi Merah Putih rupanya mengambil peralatan dari Indomarco, nan merupakan salah satu raksasa pemasok alias penyuplai peralatan ke jaringan ritel Indomaret seluruh Indonesia.
Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya pun angkat bicara mengenai video viral itu. Dari penjelasan nan telah dilakukan Pemkot, aktivitas tersebut rupanya merupakan bagian dari kerja sama resmi, dan bukan tindakan ilegal.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kepala Bidang Koperasi Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah dan Perdagangan (Dinkopumdag) Surabaya, Reza Fahreddy, mengaku video itu memang terjadi di area Kota Pahlawan tersebut.
"Kalau [video truk Koperasi Merah Putih] itu di [Pergudangan] Rungkut," kata Reza saat dikonfirmasi awakmedia, Rabu (20/5).
Reza membenarkan adanya jalinan kemitraan antara PT Agrinas Pangan Nusantara selaku Badan Usaha Milik Negara (BUMN) nan mengelola Koperasi Merah Putih dengan PT Indomarco selaku pihak swasta.
Dia mengatakan Indomarco pun memasok produk-produk Indofood ke Koperasi Merah Putih.
"Kalau versinya Indofood, Indomarco itu distributornya Indofood, ke kami dinas (Dinkopumdag), menginformasikan Indofood sebagai prinsipal sudah bekerja sama dengan PT. Agrinas," ujar Reza.
Atas dasar itulah, Reza menilai aktivitas truk Koperasi Merah Putih nan viral mengangkut logistik dari penyimpanan Indomarco tersebut sebagai perihal nan wajar dan legal.
"Yang saya tahu bahwa Indofood adalah salah satu prinsipal nan ditunjuk oleh Agrinas begitu, sama untuk mengisi gerai," jelasnya.
Menanggapi polemik tersebut, Reza menegaskan bahwa kewenangan Pemkot Surabaya dalam program ini sangat terbatas.
Pemerintah daerah, katanya, hanya bertanggung jawab terhadap kepemilikan aset bentuk gerai, bukan pada izin komoditas alias rantai pasok peralatan nan dijual.
"Infonya dari pusat itu kita nan pemerintah wilayah nan bayar biaya pembangunan dan macam-macamnya itu. Berarti kudu ada serah terima dulu baru kelak kita perjanjian lagi," ucap Reza.
Reza mengimbau masyarakat untuk tidak memperkirakan liar, lantaran seluruh rantai pengedaran peralatan sepenuhnya dikendalikan oleh pusat melalui PT Agrinas.
"Yang menentukan bukan kita, Agrinas nan mengelola. Agrinas bekerja sama dengan pabrik mana saja, tahunya kita ya salah satunya sama Indofood," ujar Reza.
(frd/kid)
Add
as a preferred source on Google
[Gambas:Video CNN]
3 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·