Jakarta, CNN Indonesia --
Proses pencarian tiga pendaki korban dalam erupsi Gunung Dukono di Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara nan tetap lenyap dihentikan sementara pada malam ini.
Kepala Kantor SAR Ternate Iwan Ramdani mengatakan proses pencarian oleh tim SAR campuran bakal kembali dilanjutkan pada Sabtu (9/5) besok.
"Pencarian untuk hari ini sudah ditutup sementara dan bakal dilanjutkan besok hari," kata Iwan kepada wartawan, Jumat (8/5).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Iwan menerangkan proses pencarian dihentikan sementara lantaran erupsi Gunung Dukono tetap terus terjadi.
"Bukan kami tidak mau mencari dalam kondisi malam, tetapi kondisi Gunung Dukono menurut rekan-rekan kami nan ada di PVMBG tetap bakal terus berjalan erupsi," ucap dia.
Tiga pendaki nan tetap lenyap itu ialah Heng Wen Qiang Timothy (Laki-laki, 30 Tahun, WNA Singapore), Shahin Muhrez bin Abdul Hamid (Laki-laki, 27 Tahun, WNA Singapore) dan Angel (Perempuan, WNI).
Gunung Dukono di Halmahera Utara, Maluku Utara, meletus pada Jumat pagi pukul 07.41 WIT dengan ketinggian kolom abu mencapai 10 Km. Letusan ini dilaporkan dalam laman resmi Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG).
"Terjadi erupsi G. Dukono pada hari Jumat, 08 Mei 2026, pukul 07:41 WIT. Tinggi kolom letusan teramati ± 10000 m di atas puncak (± 11087 m di atas permukaan laut)," tulis PVMBG.
Akibat letusan itu, dua pendaki Warga Negara Asing (WNA) asal Singapura dan China tewas dilaporkan tewas.
"Informasi dari BPBD seperti itu (2 orang meninggal dunia)," kata Kapolres Halmahera Utara, Maluku Utara, AKBP Erlichson Pasaribu, Jumat (8/5), dikutip detiknews.
(dis/gil)
Add
as a preferred source on Google
[Gambas:Video CNN]
1 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·