Pendukung Ahmad Hidayat tak Perlu Risau, Mereka akan Jadi Pengurus Golkar Jawa Barat

Sedang Trending 2 bulan yang lalu
Pendukung Ahmad Hidayat tak Perlu Risau, Mereka bakal Jadi Pengurus Golkar Jawa Barat Para kader Partai Golkar Jawa Barat dalam Musyawarah Daerah 2026(ISTIMEWA)

MUSYAWARAH Daerah Partai Golkar Jawa Barat telah berakhir. Secara aklamasi, Daniel Mutaqien terpilih sebagai ketua, setelah satu kandidat kuat lainnya Ahmad Hidayat mundur dari pencalonan.

Terpilihnya Daniel tidak perlu dirisaukan pendukung Ahmad Hidayat. Menurut personil DPD Partai Golkar Jawa Barat, Asep Suparman, kubu pendukung Ahmad Hidayat pada Musdalalu bakal tetap terakomodasi dalam struktur kepengurusan, jika Ahmad ditetapkan sebagai Sekretaris DPD Golkar Jabar.

Dia menegaskan, langkah Ahmad Hidayat nan tidak melanjutkan pencalonan dalam Musda merupakan bagian dari kompromi politik internal, dengan komitmen menjaga soliditas partai sekaligus mengakomodasi para pendukungnya.

“Pak Ahmad punya komitmen bukan hanya menyelamatkan diri, tapi juga memastikan gerbong pendukungnya, baik DPD maupun ormas, ikut terbawa dalam kepengurusan,” tandasnya, Kamis (9/4).

Menurut dia, komitmen tersebut juga berangkaian dengan rencana penempatan Ahmad Hidayat sebagai sekretaris DPD Golkar Jabar, nan disebut mendapat perhatian langsung dari DPP Partai Golkar.

Dalam dinamika Musda, lanjut Asep, proses nan terjadi bukan sekadar mundurnya kandidat, melainkan corak kompromi untuk meredam potensi bentrok internal.

“Bukan mundur dalam makna kalah, tapi ada kesepakatan agar tidak ada lagi gesekan di internal partai,” katanya.

Dia menambahkan, Ketua DPD Golkar Jabar terpilih, Daniel Mutaqien, juga telah menyampaikan komitmen untuk menghapus sekat antar kubu pasca-Musda.

“Sudah tidak ada lagi kubu-kubuan. Dalam tradisi Golkar, selesai pertandingan ya selesai, semua kembali menyatu,” ucapnya.

Gubernur Jabar


Ia juga menilai, kedekatan Ahmad Hidayat dengan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, justru dapat menjadi nilai tambah bagi partai, terutama dalam membangun komunikasi politik dengan pemerintah daerah.

Menurut Asep, hubungan tersebut mempunyai latar belakang historis, mengingat Dedi Mulyadi pernah menjabat sebagai Ketua DPD Golkar Jabar dan berkedudukan dalam perjalanan politik Ahmad Hidayat.

“Kedekatan itu wajar secara emosional. Bahkan saat Pilgub, Golkar juga ikut dalam koalisi pemenangan,” katanya.

Dengan posisi sekretaris nan berbasis di daerah, kata dia, komunikasi antara partai dan pemerintah provinsi dinilai bisa lebih intens dibanding sebelumnya.

“Kalau sekretarisnya di Bandung, komunikasi bisa lebih sering, lebih cair. Itu justru menguntungkan bagi partai,” ucapnya.

Meski demikian, Asep mengaku belum mengetahui secara pasti hasil akhir rapat formatur nan telah dilakukan untuk menyusun struktur kepengurusan DPD Golkar Jabar periode mendatang

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia