Penelitian Temukan Fakta Penerbangan ke Luar Angkasa Mengubah Posisi Otak

Sedang Trending 4 bulan yang lalu

loading...

Otak manusia. FOTO/ SCIENCE ALERT

NEW YORK - Perjalanan ke luar angkasasangat berat bagi tubuh manusia, dan seperti yangditemukandalam studi baru menemukan kebenaran bahwa otak bergeser ke atas dan ke belakang.

Besarnya perubahan ini lebih terasa bagi mereka nan menghabiskan waktu lebih lama di luar angkasa.

Seiring dengan rencana NASA untuk misi luar angkasa nan lebih panjang dan ekspansi perjalanan luar angkasa di luar kalangan astronot profesional, temuan ini bakal menjadi semakin relevan.

Di Bumi, gravitasi terus-menerus menarik cairan dalam tubuh dan otak Anda ke arah pusat Bumi. Di luar angkasa, style itu menghilang. Cairan tubuh bergeser ke arah kepala, nan membuatwajah astronot tampak bengkak.

Di bawah gravitasi normal, otak, cairan serebrospinal, dan jaringan di sekitarnya mencapai keseimbangan nan stabil. Dalam kondisi mikrogravitasi, keseimbangan itu berubah.

Tanpa style gravitasi nan menarik ke bawah, otak mengapung di dalam tengkorak dan mengalami beragam style dari jaringan lunak di sekitarnya dan tengkorak itu sendiri. Studi sebelumnya menunjukkan bahwa otak tampak lebih tinggi di dalam tengkorak setelah penerbangan luar angkasa.

Namunsebagian besar penelitian tersebutberfokus pada pengukuran rata-rata alias seluruh otak, nan dapat menyembunyikan pengaruh krusial di beragam area otak.

Kami menganalisishasil pemindaian MRI otakdari 26 astronot nan menghabiskan waktu berbeda di luar angkasa, mulai dari beberapa minggu hingga lebih dari satu tahun.

Selengkapnya
Sumber Tekno Sindonews
Tekno Sindonews