Penembakan Islamic Center San Diego, Gubernur California Kecam Aksi Teror

Sedang Trending 2 bulan yang lalu
Penembakan Islamic Center San Diego, Gubernur California Kecam Aksi Teror Gubernur California Gavin Newsom berbincang kepada media di San Jose, California, Amerika Serikat.(Xinhua)

GUBERNUR California, Gavin Newsom, menegaskan bahwa pihaknya tidak bakal menoleransi segala corak tindakan teror terhadap organisasi keagamaan. Pernyataan keras ini dikeluarkan menyusul kejadian penembakan berdarah di Islamic Center of San Diego nan menewaskan lima orang, termasuk dua terduga pelaku.

Dalam pernyataan resminya pada Senin (18/5), Newsom mengaku sangat terkejut dengan serangan kekerasan nan menyasar tempat ibadah, di mana keluarga, anak-anak, dan penduduk sekitar tengah berkumpul untuk beragama dalam damai.

“Hari ini, ruang organisasi ini hancur oleh tembakan senjata. California menyampaikan belasungkawa terdalam kepada family dan organisasi nan terdampak oleh penembakan hari ini,” ujar Newsom sebagaimana dikutip dari Anadolu.

Newsom menekankan bahwa keamanan jamaah saat beragama adalah prioritas nan tidak bisa ditawar. Ia menegaskan bahwa kebencian tidak mempunyai ruang di wilayah California.

“Para jamaah di mana pun semestinya tidak perlu takut bakal keselamatan nyawa mereka. Kebencian tidak mempunyai tempat di California, dan kami tidak bakal menoleransi tindakan teror alias intimidasi terhadap organisasi keagamaan. Kepada organisasi Muslim San Diego: California berdiri berbareng Anda,” tegasnya.

Kronologi dan Korban

Pihak berkuasa setempat mengonfirmasi bahwa tiga orang tewas ditembak di letak kejadian, salah satunya merupakan seorang petugas keamanan nan tengah berjaga di Islamic Center tersebut.

Berdasarkan laporan pejabat penegak hukum, dua orang lainnya nan tewas adalah tersangka pelaku penembakan. Keduanya dinyatakan meninggal bumi akibat luka tembak nan mereka lakukan sendiri (bunuh diri) setelah melancarkan aksinya.

Kepolisian San Diego tetap melakukan investigasi mendalam mengenai motif di kembali serangan tersebut. Identitas para korban dan pelaku tetap dalam proses pengesahan oleh otoritas terkait.

Insiden ini memicu gelombang duka dan kekhawatiran di seluruh Amerika Serikat, terutama mengenai perlindungan terhadap tempat-tempat ibadah dari ancaman kekerasan bersenjata dan kejahatan kebencian. (Ant/I-1)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia