Salah satu titik jalan negara di PPU nan jadi keluhan masyarakat(MI/Ervan Masbanjar)
PENGGUNA jalan lintas antar provinsi di wilayah terdekat Ibu Kota Nusantara (IKN) sekitar Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur (Kaltim), mengeluhkan jalan nan nyaris merata alami kerusakan dan kondisi ini tidak ditangani secara maksimal.
Salah Warga PPU nan berdomisili di Kelurahan Penajam berjulukan Hendro mengatakan sejumlah titik-titik jalan rusak nan jadi dikeluhkan penduduk itu antara lain dari kilometer 1 di Kelurahan Penajam menuju kilometer 9 Kelurahan Nipah-Nipah tepatnya di depan instansi bupati PPU, lampau mengarah ke Kelurahan Lawe-Lawe depan WTP PDAM PPU dan beberapa titik ruas jalan lainnya.
Ia mengakui, jalan rusak itu telah mendapatkan perbaikan, namun sifatnya hanya sementara sehingga berupa tambal sulam saja tidak memperkuat lama hasilnya rusak kembali.
“Kondisi kerusakan jalan itu sudah terjadi sejak Bupati PPU tetap dijabat bapak Andi Harahap, lampau berganti Yusran Aspar, Abdul Gafur dan sekarang pak Mudyat Noor sebagai bupatinya tetapi tidak ada perubahan tetap jadi keluhan,” sebutnya.
Senada dengannya, Vera penduduk Kelurahan Nenang, menambahkan, akibat kondisi jalan itu, tak sedikit pengguna jalan menjadi korbannya. Apalagi jalan tersebut pada pagi hingga sore hari terbilang cukup padat.
Menurutnya, penduduk PPU merasa iri dengan Kecamatan Sepaku nan sekarang telah menjadi area IKN, lantaran jalan di sana mendapatkan perhatian unik pemerintah. Bahkan dibuatkan jalan baru nan lebih bagus.
“Kondisi ini jauh berbeda dengan wilayah PPU sebagai pintu gerbang IKN,” akunya.
Dirinya berharap, pemerintah bisa segera memperhatikan kondisi jalan di PPU, lantaran jalan ini menjadi wajah PPU nan mempunyai city branding alias identitas sebagai Gerbang Nusantara.
Terpisah, Bupati PPU Mudyat Noor mengetahui keluhan masyarakat. Pihaknya telah mengusulkan usulan pada Kementerian Pekerjaan Umum (Kemenpu).
“Kita sudah ajukan untuk dijadikan dua jalur ataupun pelebaran semua kepada Kemenpu. Tetapi lebih dahulu, kami minta dibuatkan kajian tingkat kepadatan jalan itu,” ungkapnya.
Meskipun demikian, lanjutnya, berasas penilaian Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Kemenpu, secara nasional jalan negara di wilayah PPU 94 persen dalam kondisi baik.
“Oleh lantaran itu, jika kajiannya memungkinkan untuk dilakukan pelebaran jalan alias dua jalur maka bakal dibangunkan dan menjadi skala prioritas. Kita harapkan tahun 2027 depan bisa direalisasikan oleh Kemenpu,” tutupnya. (H-4)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·