Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik Sarimukti segera Dibangun, Enam Daerah Sepakat Kirim Sampah

Sedang Trending 2 bulan yang lalu
Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik Sarimukti segera Dibangun, Enam Daerah Sepakat Kirim Sampah Ilustrasi(Dok Istimewa)

TEMPAT Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) alias waste to energy di Sarimukti, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat segera direalisasikan setelah tercapainya kesepakatan antara Kementerian Lingkungan Hidup dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

Kesepakatan tersebut ditandai dengan penandatanganan kerja sama pembangunan PSEL oleh Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, serta sejumlah kepala wilayah di wilayah Bandung Raya. Penandatanganan juga diikuti Wakil Bupati Purwakarta dan Wakil Bupati Cianjur.

"Sudah disepakati bahwa sesuai Perpres Nomor 109 Tahun 2025, pengembangan PSEL bakal dilakukan di Sarimukti," kata Kepala UPTD Pengelolaan Sampah TPA/TPST Regional pada Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jawa Barat, Arief Perdana, Kamis (9/4).

Arief menjelaskan, dalam kesepakatan tersebut Pemerintah Provinsi Jawa Barat mendapat tugas menyiapkan lahan seluas nyaris 26 hektare nan berada tidak jauh dari Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPAS) Sarimukti.

Presiden Prabowo Subianto juga telah menginstruksikan kementerian mengenai untuk mempercepat proses persetujuan pinjam pakai area rimba guna mendukung pembangunan PSEL Sarimukti.

"Nanti kita minta surat dari Pak Gubernur untuk Menteri Kehutanan agar segera menerbitkan persetujuan pinjam pakai area hutan. Prosesnya saat ini sudah berjalan," ujarnya.

Selain menyiapkan lahan, Pemprov Jabar juga bekerja memastikan pasokan sampah sebagai bahan baku pengolahan listrik. Sampah tersebut bakal dikirim dari enam daerah, ialah Kota Bandung, Kota Cimahi, Kabupaten Bandung, Kabupaten Bandung Barat, Kabupaten Cianjur, dan Kabupaten Purwakarta.

"Semua wilayah sudah sepakat mengirimkan sampahnya ke PSEL Sarimukti. Kebutuhannya mencapai lebih dari 3.400 ton per hari," ungkapnya.

Pemprov Jabar juga diminta menyiapkan sumber air dengan kapabilitas besar untuk mendukung operasional akomodasi tersebut. Namun sebelum itu, pihaknya bakal melakukan kajian lantaran kondisi sungai di sekitar Sarimukti dinilai belum mencukupi kebutuhan proyek waste to energy tersebut.

"Untuk PSEL ini dibutuhkan air cukup banyak, sekitar 1.000 meter kubik per hari. Sementara kondisi saat ini terbatas, debit sungainya kecil, sehingga perlu kajian lebih lanjut mengenai sumber airnya," jelas Arief.

Lebih lanjut, Pemprov Jabar saat ini tetap menunggu kepastian pembangunan bangunan dari pemerintah pusat melalui PT Danantara berbareng mitra. Pembangunan direncanakan mulai pada akhir 2026 alias awal 2027.

"Kita tidak mengeluarkan biaya lantaran seluruh pembiayaan bakal ditanggung oleh PT Danantara," pungkasnya.(H-2)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia