Feby Novalius
, Jurnalis-Kamis, 28 Mei 2026 |13:06 WIB

Blackout di Sumatera kudu menjadi pengingat pentingnya penguatan jaringan transmisi untuk menjaga pasokan listrik di wilayah tersebut. (Foto :okezone.com/PLN)
JAKARTA - Blackout di Sumatera kudu menjadi pengingat pentingnya penguatan jaringan transmisi untuk menjaga pasokan listrik di wilayah tersebut. Jaringan interkoneksi Sumatera nan membentang lintas provinsi memerlukan transmisi nan andal agar gangguan tidak meluas ke beragam wilayah.
“Pembangkit sering menjadi perhatian utama, padahal transmisi memegang peran vital lantaran menjadi jalur utama penyaluran listrik dalam sistem interkoneksi,” ujar Pengamat Kebijakan Publik Agus Pambagio, Kamis (28/5/2026).
Ia mengatakan pengembangan jaringan transmisi di Sumatera, termasuk pembangunan Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET) 500 kilovolt (kV), telah masuk dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) terbaru untuk memperkuat interkoneksi kelistrikan Sumatera.
Namun, proyek transmisi berskala besar kerap tersendat akibat proses pembebasan lahan dan perizinan lintas wilayah.
“Pembangunan transmisi tidak hanya persoalan teknis. Ada proses pembebasan lahan, penyesuaian tata ruang, perizinan lintas wilayah, hingga komunikasi dengan masyarakat di sekitar jalur transmisi nan semuanya memerlukan waktu dan koordinasi,” katanya.
2 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·