Tangguh Yudha
, Jurnalis-Senin, 02 Februari 2026 |21:06 WIB

Asia-Pacific Economic Cooperation (APEC) Business Advisory Council (ABAC) 2026 siap digelar di Indonesia. (Foto: Okezone.com/ABAC)
JAKARTA - Asia-Pacific Economic Cooperation (APEC) Business Advisory Council (ABAC) 2026 siap digelar di Indonesia. Jakarta bakal menjadi tuan rumah penyelenggaraan ABAC Meeting I nan berjalan pada 7-9 Februari mendatang.
Wakil Ketua Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Shinta Kamdani, menjelaskan bahwa ABAC merupakan majelis penasihat upaya APEC nan diisi oleh perwakilan pengusaha dari setiap ekonomi anggota. Dari total 21 negara APEC, masing-masing diwakili oleh tiga pelaku usaha, nan juga bakal memberikan rekomendasi kebijakan kepada para pemimpin ekonomi APEC, khususnya mengenai keterbukaan ekonomi, konektivitas, dan sinergi antarnegara.
Shinta menuturkan, ABAC 2026 menjadi momentum spesial lantaran mengusung tema besar openness, connectivity, dan synergy. Tema ini mencerminkan kebutuhan dunia bakal keterbukaan antar-ekonomi, penguatan konektivitas, serta sinergi kerja sama lintas negara.
"Tahun ini istimewa, jadi tema nan diangkat juga openness, connectivity, dan synergy. Ini mungkin tema dunia nan selalu relevan saat ini, ialah mengenai openness," ungkapnya dalam konvensi pers nan digelar di Menara Kadin, Jakarta, Senin (2/2/2026).
Dalam pelaksanaannya, ABAC 2026 bakal membahas beragam rumor strategis melalui sejumlah working group. Working group pertama adalah Regional Economic Integration, nan konsentrasi pada penguatan arsitektur ekonomi terbuka, ekspansi akses, serta pembukaan kesempatan baru.
Kelompok ini juga membahas perdagangan masa depan, termasuk peran ekonomi digital dan ekonomi hijau dalam integrasi ekonomi regional.
Working group kedua adalah Sustainability, nan menjadi salah satu konsentrasi utama tahun ini. Isu nan dibahas meliputi ketahanan pangan dan agritech, inclusive healthcare, pertambangan berkelanjutan, serta just energy transition.
Sementara itu, working group ketiga adalah Digital and Innovation, nan menyoroti pemanfaatan kepintaran buatan (AI), akibat AI terhadap masa depan pekerjaan (future of work), keamanan siber, serta pertukaran pengetahuan di bagian teknologi digital.
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk pembaruan buletin terbaru setiap hari
Follow
Berita Terkait
Telusuri buletin finance lainnya
6 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·