Penjualan Sapi Kurban di Purwakarta Turun 30 Persen akibat Daya Beli Rendah

Sedang Trending 1 bulan yang lalu
Penjualan Sapi Kurban di Purwakarta Turun 30 Persen akibat Daya Beli Rendah Stok sapi kurban di Dafi Farm di Kampung Ciseureuh Desa Cibodas Kecamatan Bungursari Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat.(MI/Reza Sunarya)

MENJELANG Hari Raya Idul Adha 1447 H, para pedagang hewan kurban, terutama sapi, di Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, mulai mengeluhkan lesunya aktivitas penjualan. Daya beli masyarakat dilaporkan mengalami penurunan signifikan hingga mencapai 30 persen dibandingkan periode nan sama pada tahun sebelumnya.

Selain penurunan minat beli, para peternak juga dihadapkan pada tantangan tingginya biaya operasional, terutama nilai pakan nan terus merangkak naik. Kondisi ini memaksa peternak memutar otak untuk menjaga kualitas hewan kurban mereka.

Khadapi, salah seorang pemilik lapak hewan kurban Dafi Farm di Kampung Ciseureuh, Desa Cibodas, Kecamatan Bungursari, mengungkapkan bahwa tren penjualan tahun ini cukup mengkhawatirkan. Dari stok 24 sapi nan dia sediakan, hingga saat ini baru terjual 14 ekor.

"Tahun lampau dengan stok nan sama, pada waktu seperti sekarang sudah laku 20 ekor. Tahun ini ada penurunan daya beli di kisaran 20 hingga 30 persen," ujar Khadapi, Senin (11/5).

Harga Bibit dan Pakan Melambung

Khadapi menjelaskan, nilai jual sapi kurban termurah di tempatnya saat ini berada di kisaran Rp23 juta untuk jenis sapi Limosin dan Simental dengan berat di bawah 400 kilogram. Meski nilai tersebut terlihat tinggi, untung nan diperoleh pedagang justru semakin menipis.

Hal ini disebabkan oleh nilai pembelian bibit sapi nan naik rata-rata Rp1 juta hingga Rp4 juta per ekor. Kondisi ini diperparah dengan kenaikan nilai pakan konsentrat di pasaran.

Strategi Menghadapi Kenaikan Biaya:
Untuk menekan biaya produksi, Khadapi memanfaatkan rumput jenis Pakcong nan ditanam sendiri di areal kandang. Rumput Pakcong dipilih lantaran mempunyai kandungan protein nan lebih tinggi dibandingkan rumput biasa, sehingga sangat baik untuk pertumbuhan berat sapi secara organik.

Optimisme dan Layanan Ekstra

Meski pasar tengah lesu, para penjual tetap optimistis penjualan bakal meningkat saat mendekati hari H Idul Adha. Untuk menarik minat konsumen, sejumlah strategi pelayanan ekstra pun diberikan kepada calon pembeli.

Khadapi, misalnya, menawarkan jasa penitipan hewan cuma-cuma bagi sapi nan telah lunas terjual. Sapi-sapi tersebut bakal tetap dirawat di kandangnya hingga waktu pengantaran tiba dengan agunan penuh.

"Kami berikan agunan kesehatan, agunan kematian, hingga agunan bobot. Semua sapi diberikan pakan organik dari rumput Pakcong agar kualitas dagingnya tetap terjaga," pungkasnya. (I-2)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia