loading...
Pentagon. FOTO/AbC NEWs
NEW YORK - Pentagon telah menandatangani perjanjian dengan delapan perusahaan teknologi, termasuk Google, Nvidia, dan SpaceX, untuk membantu militer AS meningkatkan kelebihan di medan perang melalui kepintaran buatan (AI).
"Perjanjian-perjanjian ini memajukan transformasi untuk membangun militer AS menjadi kekuatan tempur nan berpusat pada AI, sekaligus meningkatkan keahlian prajurit untuk mempertahankan pengambilan keputusan nan unggul di semua domain peperangan," kata Departemen Perang AS pada 1 Mei.
Berdasarkan ketentuan perjanjian tersebut, perusahaan-perusahaan termasuk OpenAI, Microsoft, Amazon Web Services (AWS), Oracle, dan perusahaan rintisan AI Reflection bakal menerapkan teknologi kepintaran buatan mereka pada "jaringan rahasia" Departemen Perang untuk tujuan "perang nan sah".
Kolaborasi ini muncul ketika perusahaan teknologi berupaya memperluas pengaruh mereka di sektormiliter, meskipun ada kekhawatiran dari internal staf mereka sendiri tentang penggunaan AI untuk senjata otonom dan pengawasan massal.
1 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·