Pentingnya Keamanan Emosional Anak, Psikolog: Otak Tidak Bisa Belajar Optimal

Sedang Trending 6 bulan yang lalu

 Otak Tidak Bisa Belajar Optimal

Pentingnya Keamanan Emosional Anak, Psikolog: Otak Tidak Bisa Belajar Optimal (Foto: Freepik)

JAKARTA – Di tengah tuntutan akademik nan kian tinggi, sekolah dan orang tua kerap berkompetisi mengejar nilai, peringkat, dan sasaran capaian. Namun, di kembali angka-angka tersebut, ada satu aspek krusial nan sering luput diperhatikan, ialah rasa kondusif dan kenyamanan emosional anak. Tanpa perihal itu, anak justru bisa kehilangan semangat belajar di sekolah.

“Otak anak tidak bisa belajar secara optimal saat dia berada dalam situasi memperkuat hidup secara emosional,” tegas psikolog anak Anastasia Satriyo, M.Psi. Situasi emosional ini menjadi kunci untuk memahami kenapa banyak anak tampak susah fokus, mudah cemas, alias kehilangan minat belajar di sekolah.

Anastasia menjelaskan, rasa kondusif muncul ketika anak merasa diterima, tidak dihakimi, dan tidak ditakuti, sehingga otaknya berada dalam kondisi siap belajar. Pada fase ini, bagian otak nan berkedudukan dalam berpikir, memahami, dan memecahkan masalah dapat bekerja dengan baik. Anak menjadi lebih rileks, berani mencoba, dan tidak takut melakukan kesalahan.

Sebaliknya, ketika anak berada dalam tekanan—takut salah, takut dimarahi, takut dibandingkan, alias merasa dirinya “tidak cukup pintar”—yang aktif justru adalah mode memperkuat hidup. “Dalam kondisi ini, anak mungkin terlihat malas, tidak fokus, alias menolak belajar. Padahal nan terjadi adalah otaknya sedang melindungi diri,” jelas Anastasia.

Karena itu, belajar sejatinya bukan hanya soal materi pelajaran. Belajar adalah proses relasional. Ada pertanyaan emosional nan selalu datang di akal anak: Apakah di sini saya kondusif untuk mencoba?

Masalah muncul ketika sekolah dan lingkungan belajar terlalu menitikberatkan pada pencapaian akademik semata. Fokus berlebihan pada nilai, peringkat, dan sasaran sering kali tanpa disadari menanamkan pesan bahwa anak hanya berbobot ketika berprestasi. Anak pun belajar mengejar hasil, bukan memahami proses.

Selengkapnya
Sumber Okezone.com
Okezone.com