Evakuasi penumpang kapal pesiar MV Hondius berhujung setelah pandemi Hantavirus merenggut tiga nyawa. Kasus baru terdeteksi di AS, Prancis, dan Spanyol.(BBC)
SEBUAH kebenaran mengejutkan terungkap di kembali pemindahan medis besar-besaran kapal pesiar MV Hondius di Kepulauan Canary. Seorang penumpang asal Prancis sekarang dalam kondisi "sangat kritis" setelah indikasi Hantavirus nan dia alami sempat salah didiagnosis oleh tim medis di atas kapal.
Menteri Kesehatan Spanyol, Javier Padilla Bernáldez, mengungkapkan bahwa wanita tersebut sebenarnya telah melaporkan keluhan mirip flu saat tetap berada di kapal. Namun, petugas medis dari Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Eropa (ECDC) dan jasa kesehatan luar negeri Spanyol saat itu menyimpulkan bahwa dia hanya mengalami stres alias kecemasan.
"Mereka tidak terpikir indikasi tersebut cocok dengan Hantavirus. Mengapa? Karena dia melaporkan bagian batuk beberapa hari lampau nan sudah hilang, dan saat itu nan dia rasakan adalah stres alias kegugupan. Jadi, tidak dikategorikan sebagai Hantavirus," jelas Padilla.
Kondisi Memburuk Secara Mendadak
Situasi berubah drastis saat wanita tersebut dievakuasi dari Tenerife menuju Paris pada Minggu malam. Meski suhu tubuhnya normal saat di darat, kondisinya merosot tajam ketika pesawat lepas landas. Menteri Kesehatan Prancis, Stéphanie Rist, mengonfirmasi tes pasien tersebut positif Hantavirus dan sekarang sedang berjuang di unit penyakit menular khusus.
Direktur Jenderal WHO, Dr. Tedros Adhanom Ghebreyesus, memuji langkah sigap Spanyol namun memperingatkan akibat nan ada. "Bayangkan jika dia tinggal lebih lama di kapal," ujarnya, sembari menegaskan bahwa kondisi pasien saat ini sangat kritis.
Operasi Evakuasi "Unprecedented"
Evakuasi MV Hondius digambarkan oleh otoritas Spanyol sebagai operasi nan kompleks dan belum pernah terjadi sebelumnya (unprecedented). Sebanyak 120 penumpang dari 23 negara dipulangkan dalam waktu 48 jam sebelum angin kencang melanda wilayah pelabuhan.
Padilla memihak keputusan untuk tidak melakukan tes PCR di atas kapal. Menurutnya, tidak ada perangkat tes sigap untuk Hantavirus nan tersedia di lokasi. Mengirim sampel ke laboratorium ahli di Madrid bakal menyantap waktu 24 jam, nan justru bakal menghalangi upaya pengamanan lantaran perkiraan cuaca ekstrem.
Status Global dan Risiko Penularan
Selain kasus di Prancis, seorang penduduk Amerika Serikat juga dilaporkan positif terpapar galur Andes, satu-satunya jenis Hantavirus nan dapat menular antarmanusia. Namun, baik WHO maupun pemerintah Spanyol belum memasukkan kasus AS tersebut ke dalam nomor resmi lantaran hasil tes dianggap belum konklusif.
Sejauh ini, pandemi di kapal MV Hondius telah merenggut tiga nyawa dan mencatat delapan kasus terkonfirmasi. Otoritas kesehatan merekomendasikan isolasi berdikari selama 45 hari bagi seluruh penumpang dan kru sejak paparan terakhir pada 6 Mei lalu.
Hingga saat ini, belum ditemukan vaksin alias pengobatan spesifik untuk Hantavirus. Meski demikian, para pejabat kesehatan dunia menekankan bahwa akibat kesehatan masyarakat secara luas tetap rendah dan meminta publik tidak menyamakannya dengan pandemi Covid-19. Kapal MV Hondius sendiri telah bertolak menuju Rotterdam, Belanda, dengan membawa 26 kru dan dua tenaga medis nan tersisa. (The Guardian/Z-2)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·