Penyesalan Mohammad Zaki Ubaidillah Usai Tersingkir di Tailan Terbuka 2026

Sedang Trending 1 bulan yang lalu
Penyesalan Mohammad Zaki Ubaidillah Usai Tersingkir di Tailan Terbuka 2026 Tunggal putra Indonesia Muhammad Zaki Ubaidillah(X @INABadminton)

TUNGGAL putra bulu tangkis Indonesia, Mohammad Zaki Ubaidillah, memberikan pertimbangan mendalam mengenai kegagalannya melaju ke perempat final Tailan Terbuka 2026. Pemain nan berkawan disapa Ubed ini secara terbuka mengakui bahwa aspek mental dan ketidaksiapan menghadapi tekanan menjadi penyebab utama kekalahannya dari wakil Korea Selatan, Jeon Hyeok Jin.

Bertanding di Nimibutr Stadium, Kamis (14/5/2026), Ubed kudu menyerah dengan skor telak 13-21 dan 5-21. Pernyataan pascapertandingan Ubed menyoroti adanya kesenjangan besar antara persiapan teknis dan realitas nan dia hadapi di atas lapangan.

Sorotan Pernyataan Ubed: Antara Ekspektasi dan Realitas

Ubed mengungkapkan bahwa dirinya sebenarnya merasa sudah siap sebelum memasuki lapangan. Namun, agresivitas Jeon Hyeok Jin merusak skenario permainan nan telah dia susun. Ketidakmampuan beradaptasi dengan sigap membikin pola permainannya tidak berkembang.

"Permainannya sangat di luar dugaan saya lantaran dari awal sepertinya saya sudah siap tapi di lapangannya enggak bisa sesuai dengan ekspektasi nan saya mau," tutur Ubed melalui keterangan resmi PBSI.

Lebih lanjut, Ubed mengakui adanya hambatan psikologis nan muncul sejak awal gim pertama. Rasa ragu nan muncul di poin-poin awal justru menjadi bumerang nan meruntuhkan fokusnya secara keseluruhan.

"Saya sempat ragu-ragu di awal-awal, seperti agak takut-takut, dari situ pikiran saya mulai kendur," akunya dengan jujur.

Poin Utama Evaluasi Mohammad Zaki Ubaidillah:

  • Masalah Mental: Munculnya rasa ragu dan "takut" di awal laga nan mengganggu konsentrasi.
  • Ketidaksiapan Strategi: Permainan musuh nan garang berada di luar prediksi awal.
  • Ketidakpuasan Performa: Ubed merasa penampilannya di babak 16 besar jauh dari standar terbaiknya.
  • Komitmen Belajar: Menjadikan kekalahan sebagai pelajaran untuk naik ke level turnamen nan lebih tinggi.

Pelajaran Menuju Level Senior

Kekalahan ini menjadi tamparan keras bagi Ubed, mengingat pada babak sebelumnya dia tampil sangat impresif saat menumbangkan wakil tuan rumah, Panitchaphon Teeraratsakul. Transisi dari kemenangan meyakinkan ke kekalahan telak ini dinilainya sebagai bagian dari proses pendewasaan atlet muda.

Menutup pernyataannya, Ubed menegaskan komitmennya untuk memperbaiki kesiapan mental di masa depan. Ia menyadari bahwa di level BWF World Tour Super 500, ketangguhan pikiran sama pentingnya dengan keahlian fisik.

"Saya kudu lebih banyak belajar lagi dan pastinya saya tidak puas dengan penampilan hari ini," pungkas Ubed.

Dengan tersingkirnya Ubed, Indonesia dipastikan tanpa wakil di sektor tunggal putra Thailand Open 2026, menyusul kekalahan Anthony Sinisuka Ginting di babak pertama sebelumnya. (Ant/Z-1)

Fase Lawan Hasil Skor Catatan Performa
Babak 32 Besar P. Teeraratsakul (THA) 21-10 dan 21-18 Tampil dominan dan meyakinkan.
Babak 16 Besar Jeon Hyeok Jin (KOR) 13-21 dan 5-21 Tertekan secara mental dan kandas berkembang.
Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia