Petani tebu(Antara)
ANGGOTA Komisi VI DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan Budi Sulisyono menyoroti sejumlah persoalan krusial dalam tata kelola industri gula nasional, mulai dari penyimpangan pengedaran gula rafinasi hingga lemahnya perlindungan terhadap petani tebu.
Budi mengungkapkan, tetap ditemukan praktik penyimpangan penggunaan gula rafinasi nan semestinya diperuntukkan bagi industri dan farmasi, namun justru beredar di pasar sebagai gula konsumsi. “Ini menjadi pekerjaan rumah, khususnya bagi Kementerian Perdagangan, untuk memperketat pengawasan sejak awal,” ujarnya pada Rabu (8/4).
Selain itu, dia menilai upaya intensifikasi di sektor perkebunan tebu belum optimal, berbeda dengan komoditas lain seperti padi nan telah mendapat perhatian lebih serius dari pemerintah.
“Kita belum memandang intensifikasi nan signifikan di sektor tebu, padahal ini sangat krusial untuk meningkatkan produksi,” katanya.
Budi juga menyoroti kondisi petani tebu nan tetap menghadapi ketidakpastian, baik dari sisi nilai maupun penyerapan hasil panen. Ia mengungkapkan, beberapa waktu lampau petani apalagi mengeluhkan pabrik gula nan tidak bisa menyerap hasil tebu mereka, sehingga memerlukan skema talangan.
“Petani butuh kepastian nilai dan pasar. Kalau ini tidak ada, gimana mereka tertarik untuk menanam tebu?,” tegasnya.
Lebih lanjut, dia menilai persoalan industri gula juga dipicu oleh lemahnya koordinasi antar-kementerian, nan berakibat pada kebijakan impor gula nan dinilai berlebihan. Kondisi ini berpotensi menekan daya saing industri gula dalam negeri.
“Selama tidak ada sinkronisasi kebijakan, modernisasi, dan kepastian bagi petani, maka restrukturisasi alias penggabungan industri gula tidak bakal memberikan akibat signifikan terhadap peningkatan produksi,” terang dia.
Budi menegaskan, pembenahan industri gula kudu dilakukan secara menyeluruh, tidak hanya dari sisi korporasi, tetapi juga dengan memperkuat posisi petani sebagai tokoh utama dalam rantai pasok. “Harus dipikirkan kembali gimana menjaga keberlanjutan produksi gula nasional nan berpihak pada petani,” pungkasnya. (Fal/P-3)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·