Peran Kecerdasan Buatan di Militer AS saat Pecahnya Perang Iran- Israel

Sedang Trending 3 bulan yang lalu

loading...

LONDON - Penggunaan AI Claude oleh AS dalam operasi di Venezuela dan Iran, nan kemudian diikuti dengan peralihan ke OpenAI lantaran perbedaan kebijakan keamanan, menunjukkan ambisi AS untuk mempercepat penerapan AI di bagian militer.

Laporan terbaru mengungkapkan bahwa chatbot Anthropic, Claude, membantu militer AS dalam operasi penangkapan pemimpin Venezuela Nicolás Maduro pada bulan Januari, serta dalam persiapan operasi nan menargetkan mendiang Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei.

Pakar Heidy Khlaaf dari AI Now Institute menyatakan keterkejutannya atas penerapan nan begitu sigap ini. Ia memperingatkan bahwa model bahasa skala besar tetap mempunyai kekurangan dan dapat menghasilkan hasil nan tidak akurat, sehingga menimbulkan keraguan tentang kesiapan AI di lingkungan berisiko tinggi.

Strategi 'AI First' dan anggaran miliaran dolar.

Berbicara kepadaEuronews, para mahir mengungkapkan bahwa AS telah menggunakan beragam corak teknologi otomatisasi di militernya sejak tahun 2010-an.

Ini telah menjadi area konsentrasi utama bagi banyak presiden, termasuk pendahulu Donald Trump, Barack Obama dan Joe Biden.

Menurut Elke Schwarz, Profesor TeoriPolitikdi Queen Mary University di London (Inggris), model AI awal terutama digunakan untuk logistik, pemeliharaan, alias penerjemahan.

Namun, di bawah masa kedudukan kedua Trump, AS mempercepat mengambil model kepintaran buatan generatif seperti ChatGPT dari OpenAI alias Claude dari Anthropic dalam perlombaan senjata AI untuk melawan negara-negara saingan.

Selengkapnya
Sumber Tekno Sindonews
Tekno Sindonews