Pergeseran Makna Hidup Nyaman: Milenial dan Gen Z Lebih Pilih Fleksibilitas Ketimbang Aset Fisik

Sedang Trending 1 bulan yang lalu
 Milenial dan Gen Z Lebih Pilih Fleksibilitas Ketimbang Aset Fisik Ilustrasi(magnific)

DEFINISI kenyamanan hidup mengalami pergeseran esensial di mata generasi muda saat ini. Sosiolog dari Universitas Indonesia, Imam Prasodjo, mengungkapkan bahwa generasi Milenial dan Gen Z mempunyai standar hidup nyaman nan sangat berbeda dibandingkan dengan generasi pendahulunya.

Menurut Imam, jika generasi terdahulu mengukur kesuksesan dan kenyamanan melalui kepemilikan aset bentuk nan statis, anak muda era sekarang justru lebih menghargai elastisitas dan mobilitas.

"Kalau generasi dulu ukuran nyaman itu rumah besar, tanah, mobil. Kalau generasi sekarang lebih ke elastisitas hidupnya," ujar Imam, dikutip, Jumat(15/5).

Prioritas Pengalaman dan Fasilitas Publik

Dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia (FISIP UI) ini menjelaskan bahwa kecenderungan ini tumbuh subur di area perkotaan nan mempunyai prasarana transportasi publik memadai. Bagi kaum muda urban, akses terhadap akomodasi umum jauh lebih berbobot daripada repot mengurus kendaraan pribadi.

Alih-alih mengalokasikan biaya besar untuk angsuran rumah tapak nan jauh dari pusat kota, banyak dari mereka nan memilih kediaman praktis seperti apartemen studio, rumah sewa, alias indekos. Pilihan ini dianggap lebih menunjang style hidup bergerak dan mobilitas tinggi nan menjadi karakter unik masyarakat modern.

Berikut adalah komparasi prioritas antara generasi lama dan generasi muda (Milenial & Gen Z) berasas kajian Imam Prasodjo:

Aspek Perbandingan Generasi Terdahulu Milenial & Gen Z (Urban)
Ukuran Kenyamanan Aset bentuk (Rumah besar, tanah) Fleksibilitas dan mobilitas
Transportasi Kepemilikan mobil pribadi Pemanfaatan akomodasi publik
Prioritas Pengeluaran Akumulasi aset statis Pengalaman (Traveling, sosial)
Struktur Sosial Keluarga besar (Extended family) Keluarga mini & mandiri

Pengaruh Struktur Sosial dan Geografis

Perubahan ini juga dipicu oleh pergeseran struktur sistem sosial. Dahulu, masyarakat condong hidup dalam family besar nan memerlukan ruang tinggal luas. Saat ini, dengan ukuran family nan lebih kecil, kebutuhan bakal tempat tinggal pun menjadi lebih ringkas dan fungsional.

Imam menekankan bahwa kejadian ini bukan berfaedah generasi muda hidup lebih sederhana, melainkan hanya berbeda dalam menentukan prioritas keuangan.

"Kalau punya uang, mereka condong memilih traveling alias pengalaman lain. Jadi bukan berfaedah sederhana, tapi prioritas pengeluarannya berbeda," tambahnya.

Meski demikian, pola hidup ini tidak bertindak seragam. Imam memberikan catatan bahwa aspek geografis dan kesiapan prasarana sangat menentukan. Di wilayah perdesaan nan akomodasi publiknya tetap terbatas, kaum muda tetap memerlukan rumah tapak dan kendaraan pribadi untuk menunjang aktivitas harian mereka. (Ant/Z-1)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia