Periksa Heri Black, KPK Usut Catatan Aliran Uang ke Pejabat Bea Cukai

Sedang Trending 3 minggu yang lalu

Jakarta, CNN Indonesia --

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mendalami catatan dugaan aliran duit ke beberapa pejabat Direktorat Jenderal Bea dan Cukai saat memeriksa pengusaha kepabeanan Heri Setiyono namalain Heri Black pada Senin (18/5).

Barang bukti itu ditemukan interogator saat menggeledah rumah kediaman Heri Black di Semarang pada Senin pekan lalu.

"Kemarin dilakukan pemeriksaan terhadap kerabat HS alias HB, dikonfirmasi berangkaian dengan catatan-catatan nan ditemukan pada saat aktivitas penggeledahan di Kota Semarang," ujar Juru Bicara KPK Budi Prasetyo di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Selasa (19/5) malam.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kita lakukan konfirmasi catatan-catatan tersebut bahwa ada dugaan pemberian dari pihak kerabat HS ini kepada oknum di Ditjen Bea dan Cukai. Nah, tentu ini juga butuh konfirmasi juga dari sisi Ditjen Bea dan Cukai-nya mengenai dengan catatan tersebut," imbuhnya.

Dugaan itu telah dikonfirmasi setidaknya kepada 12 saksi nan diperiksa pada Selasa kemarin.

Para saksi tersebut adalah Akhmad Zulfan Rosadi PNS Bea Cukai (Seksi Intelijen Cukai); Nico Ahmad Affandy PNS Bea Cukai (Seksi Intelijen Kepabeanan 2); Neta Akbardani PNS Bea Cukai (Seksi Intelijen Kepabeanan 1); Welvianus PNS Bea Cukai (Seksi Intelijen Kepabeanan 2); Harry Perdana Lang PNS Bea Cukai (Seksi Intelijen Kepabeanan 1); dan Aulia Elang Willmania PNS Bea Cukai (Seksi Intelijen Cukai).

Kemudian M. Wildan Adhitama PNS Bea Cukai (Seksi Intelijen Cukai); Grenaldo Ferdinan Butar-Butar PNS Bea Cukai (Seksi Intelijen Kepabeanan 2); Salisa Asmoaji PNS Bea Cukai (Seksi Intelijen Cukai); M. Ikram PNS Bea Cukai (Seksi Intelijen Cukai); Yogasidi PNS Bea Cukai (Seksi Intelijen Kepabeanan 1); dan Farid Agung Kurniawan PNS Bea Cukai (Seksi Intelijen Kepabeanan 1).

"Semua saksi nan dipanggil seluruhnya datang secara kooperatif memberikan keterangan, di mana interogator mendalami berangkaian dengan pengelolaan dan penggunaan uang-uang operasional," tutur Budi.

"Apakah duit operasional untuk aktivitas kepabeanan itu berasal dari APBN, artinya anggaran resmi alias itu berasal dari duit taktis nan diduga diperoleh dari para pihak swasta nan melakukan pengurusan mengenai importasi peralatan alias pengurusan kepabeanan," tandasnya.

Sementara itu, setelah menjalani pemeriksaan, Heri Black irit bicara. Dia mengatakan kehadirannya hari ini sebagai corak sikap kooperatif penduduk negara terhadap proses penegakan norma nan sedang berjalan.

"Saya hanya hadiri panggilan, saya jadi penduduk negara nan alim hukum, saya hanya menghadiri saja," ujar Heri Black di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Senin (18/5) sore.

Proses norma ini untuk melengkapi berkas perkara tujuh orang tersangka nan sudah ditetapkan KPK dalam kasus dugaan suap importasi peralatan dan gratifikasi.

Mereka adalah mantan Direktur Penyidikan & Penindakan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai periode 2024-Januari 2026 Rizal; Kepala Subdirektorat Intelijen Penindakan dan Penyidikan Ditjen Bea dan Cukai (Kasubdit Intel P2 DJBC) Sisprian Subiaksono.

Kemudian Kepala Seksi Intelijen Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (Kasi Intel DJBC) Orlando; Ketua Tim Dokumen Importasi PT Blueray, Andri; Pegawai Ditjen Bea dan Cukai Budiman Bayu Prasojo; Pemilik PT Blueray berjulukan John Field; dan Manajer Operasional PT Blueray Dedy Kurniawan.

Para tersangka sudah dilakukan penahanan di Rumah Tahanan Negara (Rutan) KPK.

Teruntuk pihak dari PT Blueray, mereka sedang menghadapi persidangan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat.

(ryn/wis)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Selengkapnya
Sumber CNN Indonesia Nasional
CNN Indonesia Nasional