Ilustrasi(Dok Jakpro)
PT Jakarta Propertindo (Perseroda) alias Jakpro memperkuat aktivitas pilah sampah melalui program Jakgreen sebagai bagian dari support terhadap penyelenggaraan Instruksi Gubernur DKI Jakarta Nomor 5 Tahun 2026 tentang Gerakan Pilah Sampah. Inisiatif tersebut dilakukan melalui edukasi publik secara serentak di lingkungan kerja perusahaan dan sejumlah ruang publik nan dikelola Jakpro.
Kegiatan nan berjalan pada 16–17 Mei 2026 itu digelar di beberapa letak strategis seperti Jakarta International Stadium (JIS), Jakarta International Velodrome, Taman Ismail Marzuki (TIM), hingga Aston Pluit. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya mendorong perubahan perilaku masyarakat menuju budaya pengelolaan sampah nan lebih berkelanjutan.
Dalam pelaksanaannya, Jakpro menyediakan tujuh kategori tempat sampah terpilah nan terdiri atas sampah organik, anorganik, kertas, kaca dan beling, logam, limbah bahan rawan dan berbisa (B3), serta sampah residu.
Tidak hanya menghadirkan akomodasi pemilahan konvensional, Jakpro juga memperkenalkan mesin pemilah sampah berbasis kepintaran buatan alias artificial intelligence (AI). Teknologi tersebut dirancang untuk mengenali jenis sampah secara otomatis sekaligus memberikan pengalaman edukatif kepada masyarakat secara langsung.
Pendekatan berbasis AI itu dinilai dapat membantu meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai jenis-jenis sampah sekaligus membangun pengalaman nan lebih interaktif dalam membentuk kebiasaan baru pengelolaan sampah di ruang publik.
Direktur Utama PT Jakarta Propertindo (Perseroda) Iwan Takwin mengatakan aktivitas pilah sampah menjadi bagian krusial dari transformasi hijau nan sedang dibangun perusahaan melalui Jakgreen.
“Jakgreen tidak hanya berbincang mengenai proyek besar alias teknologi hijau, tetapi juga tentang gimana membangun perubahan perilaku nan dimulai dari aktivitas sehari-hari. Gerakan pilah sampah ini menjadi langkah nan berakibat besar dalam mendukung Jakarta nan lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan,” ucap Iwan dikutip dari siaran pers nan diterima, Rabu (20/5).
Selama penyelenggaraan kegiatan, Jakpro mencatat total sampah terpilah nan sukses dikelola mencapai 18,9 kilogram. Sampah residu menjadi komposisi terbesar dengan volume 13,09 kilogram, disusul plastik dan bungkusan sebanyak 3,85 kilogram, botol, kaleng, dan kaca sebesar 1,78 kilogram, serta sampah organik sebanyak 0,18 kilogram.
Seluruh sampah nan terkumpul selanjutnya bakal diproses sesuai metode pengelolaan masing-masing sebagai bagian dari pengurangan sampah sejak dari sumbernya.
Iwan menambahkan keberhasilan pengelolaan sampah tidak dapat melangkah tanpa support masyarakat dan kerjasama beragam pihak.
“Kami percaya keberlanjutan kudu datang sebagai budaya bersama. Karena itu, Jakpro berupaya menghadirkan fasilitas, edukasi, dan penemuan nan dapat mendorong masyarakat ikut terlibat secara aktif dalam menjaga lingkungan kota,” katanya.
Ke depan, Jakpro menyatakan penerapan aktivitas pilah sampah bakal dilakukan secara berkepanjangan di seluruh area dan venue nan dikelola perusahaan sebagai bagian dari penguatan budaya perusahaan nan berorientasi pada keberlanjutan lingkungan. (E-4)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·