Perkuat Integrasi Transportasi Jakarta, Stasiun KRL JIS Siap Beroperasi Juni 2026

Sedang Trending 2 bulan yang lalu
Perkuat Integrasi Transportasi Jakarta, Stasiun KRL JIS Siap Beroperasi Juni 2026 Kawasan Jakarta International Stadium (JIS)(Antara)

PEMERINTAH Provinsi DKI Jakarta terus memperkuat integrasi transportasi massal melalui pembangunan stasiun Commuter Line di area Jakarta International Stadium (JIS). Proyek ini diharapkan menjadi solusi mobilitas sekaligus mendorong pengembangan area berbasis transportasi terintegrasi.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan pembangunan Stasiun KRL JIS merupakan bagian dari strategi jangka panjang untuk meningkatkan aksesibilitas transportasi publik di ibu kota.

“Dengan demikian, ketika seremoni ulang tahun Jakarta berjalan pada Juni dan aktivitas dipusatkan di JIS maupun Ancol, masyarakat dari beragam wilayah bakal semakin mudah untuk hadir,” ucapnya dikutip dari siaran pers nan diterima, Kamis (9/4).

Proyek tersebut merupakan hasil koordinasi antara Pemprov DKI Jakarta, Kementerian Perhubungan Republik Indonesia, dan PT Kereta Api Indonesia (Persero), dengan support PT Jakarta Propertindo (Perseroda) sebagai pengelola kawasan.

Direktur Utama Jakpro, Iwan Takwin, menyebut kehadiran stasiun tersebut bakal menjadi pengubah permainan (game changer) dalam mendukung operasional JIS.

“Stasiun KRL ini bakal terletak tepat di sisi utara stadion, sehingga memudahkan penonton dari beragam wilayah—terutama dari arah Jakarta Kota dan Tanjung Priok—untuk langsung mencapai letak tanpa perlu berganti moda transportasi,” jelasnya.

Ia menambahkan, pembangunan stasiun ini juga menjadi bagian dari pengembangan area berbasis Transit Oriented Development (TOD) di Jakarta Utara. Integrasi tersebut dirancang untuk menghubungkan beragam moda transportasi dengan ruang publik, sehingga JIS tidak hanya berfaedah sebagai stadion, tetapi juga pusat aktivitas multipurpose.

Stasiun KRL JIS ditargetkan rampung pada Mei 2026 dan mulai beraksi pada Juni 2026. Kehadirannya diyakini bisa mengurai kepadatan lampau lintas, terutama saat penyelenggaraan aktivitas berskala besar.

“KRL bisa mengangkut ribuan penonton secara efisien. Ini sangat krusial, terutama untuk pertandingan dengan kapabilitas hingga 82.000 penonton, agar arus keluar-masuk dapat lebih terdistribusi dengan baik,” lanjut Iwan.

Selain itu, proyek ini diharapkan mendorong peralihan penggunaan kendaraan pribadi ke transportasi umum, sehingga mengurangi kemacetan di area Jalan RE Martadinata dan sekitarnya.

Saat ini, area JIS telah terhubung dengan beragam moda transportasi, termasuk Transjakarta, KRL Commuter Line, serta jembatan penyeberangan orang nan menghubungkan stadion dengan area Ancol.

Pramono menegaskan, penguatan konektivitas ini menjadi bagian dari upaya menjadikan JIS sebagai simbol masa depan Jakarta sebagai kota dunia nan berkelanjutan.

“Saya meyakini masa depan Jakarta ada di area ini. Karena itu, konektivitas terus diperkuat,” tuturnya. (Fal/I-1)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia